Bisnis Offline

Apa Itu Bisnis Offline: Pengertian, Kelebihan, Perbedaan & Contoh

Trikves.com – Melakukan sebuah kegiatan produktif akan lebih bermanfaat saat anda memahami apa itu bisnis offline. Namun dengan kemajuan teknologi, apakah bisnis offline masih layak untuk dicoba? Daripada penasaran langsung saja kita bahas bersama.

Dunia bisnis memang tidak akan pernah ada matinya. Selalu saja ada ide-ide kreatif yang bisa dijadikan sebagai ladang pendapatan. Jadi tidak mengherankan apabila bisnis, khususnya di Indonesia tumbuh dengan subur. Untuk menjadi bagian dari pelaku usaha tersebut, maka ada baiknya mempelajari segala hal tentang apa itu bisnis offline.

Bisnis offline memang menjadi salah satu kegiatan utama yang menopang perekonomian di tanah air. Namun perkembangan teknologi membuat bidang usaha tersebut berubah dalam praktiknya. Kini semua hal dapat dilakukan secara online. Namun anda tetap harus mempelajari apa itu bisnis offline terlebih dahulu.

Bagi anda yang baru akan terjun kedalam dunia bisnis, sangat penting untuk menambah wawasan dari berbagai referensi. Cobalah untuk mulai memahami apa itu bisnis offline sebagai landasan ilmu dalam memulai bidang usaha tersebut. Berikut akan kami jelaskan berbagai hal tentang bisnis offline tersebut.

Apa Itu Bisnis Offline

Bisnis offline merupakan sebuah bidang usaha, yang dalam kegiatan transaksinya masih bersifat konvensional. Saat menjadi pelaku dari bidang usaha tersebut, maka anda harus bertemu dan bertatap muka secara langsung dengan konsumen. Artinya masih ada mobilitas yang cukup tinggi.

Bisnis offline cenderung memiliki wujud fisik yang nyata. Hal tersebut terjadi lantaran kegiatan usahanya dilakukan di dunia nyata dan bukan di dunia maya. Pelanggan dapat melihat wujud fisik dari toko, produk dan jasa yang diperdagangkan secara langsung. Jadi tidak ada penggunaan internet dalam bisnis tersebut.

Sejarah Bisnis Di Tanah Air

Indonesia merupakan sebuah negara agraris yang artinya sangat bergantung pada pertanian. Kebanyakan masyarakatnya belum ada yang berdagang dan masih menggunakan sistem barter untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. Namun seiring dengan berkembangnya waktu, para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia berlabuh di pesisir pantai Indonesia.

Para pedagang yang tadi berlabuh mulai berdagang dan membentuk komunitasnya sendiri. Lambat laun, masyarakat Indonesia yang tinggal di pesisir pantai juga mulai berbisnis kecil-kecilan. Komoditi utama rakyat Indonesia pada saat itu adalah rempah-rempah.

Akktivitas Bisnis Offline

Saat menjalankan sebuah bisnis offline, setidaknya terdapat aktivitas pokok yang terkandung di dalamnya. Adapun beberapa aktivitas tersebut meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut penjelasan dari masing-masing kegiatan tersebut.

1. Produksi

Produksi merupakan sebuah proses penciptaan produk atau barang yang berguna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Setidaknya terdapat tiga jenis produksi, yaitu produksi primer, produksi sekunder, dan produksi tersier. Masing-masing dari jenis produksi tersebut memiliki perannya masing-masing.

  • Produksi primer adalah sebuah kegiatan produksi yang menarik material atau sumber daya dari alam
  • Produksi sekunder adalah sebuah kegiatan produksi yang mengolah material atau sumber daya kedalam bentuk bahan jadi
  • Produksi tersier adalah kegiatan yang menunjang produksi primer dan juga sekunder

2. Distribusi

Distribusi merupakan sebuah kegiatan memindahkan tempat dari barang maupun jasa yang sudah diproduksi dari tangan produsen kepada masyarakat atau konsumen. Peran dari distributor sangatlah penting mengingat bisnis juga perlu melakukan ekspansi atau perluasan wilayah. Dengan demikian, semua produk bisa menjangkau masyarakat.

3. Konsumsi

Konsumsi adalah kegiatan menggunakan sebuah produk atau jasa yang menjadi sebuah kebutuhan. Para konsumen atau masyarakat merupakan tujuan akhir dalam alur produk. Tidak hanya itu, konsumen juga melakukan pembayaran atas produk yang sudah diperoleh. Dengan demikian, akan tercipta hubungan yang salin menguntungkan antar konsumen dan produsen.

Kelebihan Bisnis Offline

Meski terbilang kurang mengikuti perkembangan zaman, nyatanya bisnis offline memiliki beberapa kelebihan yang masih bisa diunggulkan. Beberapa kelebihan yang ada pada bidang usaha tersebut erat kaitannya dengan kehidupan bermasyarakat. Berikut adalah beberapa kelebihan dari bisnis offline.

1. Hubungan yang Kuat dengan Pelanggan

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwasanya bisnis offline masih dilaksanakan dengan bertatap muka secara langsung. Secara otomatis terdapat interaksi yang memungkinkan untuk membangun sebuah kepercayaan antara pelaku usaha dan juga pelanggan.

Kepercayaan tersebut sangat penting bagi para pelaku usaha offline karena dapat menjadikan konsumen sebagai salah satu pelanggan tetap. Dengan demikian, anda dapat membentuk sebuah ikatan yang kuat dengan konsumen.

2. Lebih Mudah Dalam Melayani Konsumen

Bidang usaha yang dilakukan secara offline cenderung mengandalkan pengalaman langsung dari para konsumen. Tentu segala hal terkait dengan pelayanan dapat dilakukan dengan mudah. Contohnya saja dalam menanggapi pertanyaan seputar produk, menjelaskan ketersediaan produk, dan menanggapi keluhan konsumen.

3. Keamanan Transaksi

Dalam melakukan bisnis offline, segala proses tawar menawar barang dilakukan secara langsung. Termasuk di dalamnya adalah proses transaksi. Karena pembayaran dilakukan secara langsung, maka sebagai pelaku bisnis anda dapat memantau prosesnya.

dilihat dari segi keamanannya, bisnis offline juga cukup terjamin karena anda dapat langsung menghitung dan menerima uang yang diberikan oleh konsumen. Resiko gagal bayar dan juga penipuan bisa diminimalisir. Dengan demikian, anda dapat berbisnis dengan aman.

4. Minimnya Mobilitas dalam Pengiriman

Bisnis offline umumnya memiliki wujud fisik di dunia nyata. Tentunya pelanggan akan langsung datang ke toko atau tempat usaha anda dijalankan. Segala proses jual beli juga dilakukan pada tempat yang sama. Jadi konsumen akan langsung mendapatkan barang kebutuhannya dan produsen akan langsung menerima pembayarannya.

Pada praktiknya, ada pula bidang usaha offline yang menerima pesanan. Sehingga perlu adanya pengiriman barang. Hal tersebut juga dapat menjadi ajang untuk perluasan wilayah atau ekspansi. Dengan demikian, anda dapat melakukan kegiatan pemasaran.

5. Persaingan Bisnis yang Tidak Terlalu Ketat

Bisnis offline dan bisnis online berada pada persaingan berbeda. Bisnis offline cenderung memiliki pelanggan atau pangsa pasarnya sendiri. Jumlahnya yang terbilang sedikit membuat persaingan bidang usaha offline ini tidak terlalu ketat. Jadi anda dapat dengan leluasa menarik dan menjaga kepercayaan pelanggan.

6. Menciptakan Lapangan Pekerjaan Baru

Sebuah bisnis offline umumnya membutuhkan banyak karyawan agar segala aktivitas jual beli di sebuah toko atau tempat usaha dapat berjalan dengan lancar. Adanya penerimaan karyawan yang dilakukan para pelaku bidang usaha offline ini dapat menciptakan sebuah lapangan baru, sehingga turut andil dalam membantu perekonomian masyarakat.

Kekurangan Bisnis Offline

Kendati memiliki beberapa keuntungan, bidang usaha offline yang satu ini juga memiliki kelemahan atau kekurangan apabila diterapkan di masa sekarang. Tidak adanya penggunaan internet dalam praktik usahanya membuat usaha secara offline penuh keterbatasan. Berikut adalah beberapa kekurangan tersebut.

1. Terbatasnya Wilayah Pasar

Sebuah bisnis offline biasanya dilakukan di sebuah toko yang berada di suatu wilayah. Tentunya hal ini membuat proses pemasaran terbatas hanya pada wilayah tertentu. Jadi tidak heran apabila pelanggan dari suatu bidang usaha offline hanya berasal dari wilayah terdekat dengan toko.

2. Adanya Tempat Berbentuk Fisik

Semua kegiatan dalam bidang usaha offline yang satu ini dilakukan secara nyata. Jadi perlu adanya tempat untuk menampung produk dan juga konsumen dalam waktu yang bersamaan. Sebagai pelaku bisnis offline, mau tidak mau anda harus menyediakan tempat tersebut.

Sebuah toko atau tempat menjalankan sebuah usaha juga perlu adanya perawatan. Mulai dari penataan produk, kebersihan tempat dan juga perbaikan toko. Jika hal tersebut tidak anda lakukan, maka bukan tidak mungkin apabila pelanggan lari ke produsen lain.

3. Modal yang Relatif Besar

Apabila anda memang ingin membuka sebuah usaha secara offline, maka banyak hal yang harus anda siapkan. Mulai dari toko, persiapan produk, dan persiapan SDM (Sumber Daya Manusia) yang cenderung membutuhkan modal besar. Jadi anda perlu persiapan yang matang apabila ingin menjalankan usaha secara offline.

Perbedaan Bisnis Offline dan Bisnis Online

Sudah menjadi sebuah rahasia umum apabila masyarakat mulai membandingkan antara usaha online dengan usaha offline. Banyak sekali perbedaan antara dua jenis bidang usaha tersebut. Berikut adalah beberapa perbedaan tersebut.

1. Dari Segi Perkembangan

Sebuah bisnis offline umumnya membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang. Hal ini karena banyaknya persiapan yang harus dilakukan dari awal berdiri hingga menjalankannya. Berbeda dengan bisnis online yang hanya membutuhkan gadget dan koneksi internet untuk mulai usaha.

2. Dari Segi Biaya

Secara pengeluaran modal, sebuah usaha offline relatif lebih besar. Penyebab dari besaran modal tersebut terletak pada penyediaan toko dan juga SDM. Hal ini berbeda dengan usaha online yang cenderung membutuhkan gadget dan koneksi internet, serta dapat dijalankan secara mandiri.

3. Dari Segi Keterjangkauan Pasar

Area penjualan dari sebuah usaha offline cukup terbatas. Hal tersebut terjadi lantaran mobilitas dari satu wilayah ke wilayah lain terdapat jarak. Berbeda dengan usaha online berbasis online, yang bisa menghubungkan antar individu dari berbagai penjuru dunia.

4. Dari Segi Pengiklanan

Dalam mengiklankan sebuah produk, biasanya usaha offline membutuhkan usaha yang lebih. Misalnya saja menggunakan media masa seperti koran, radio, dan televisi. Berbeda dengan sebuah usaha online yang dapat mengiklankan produknya dari berbagai platform online yang ada saat ini.

Pilih Mana Bisnis Offline atau Online

Jika harus memilih antara Bisnis offline atau online, maka jawabannya tergantung bagaimana anda menikmati sebuah proses. Karena berbisnis kembali lagi pada tujuan awal dari masing-masing pelakunya. Setelah beberapa penjelasan di atas mungkin ada beberapa kesimpulan.

Pilihlah usaha offline apabila anda memang ingin mendapatkan keuntungan sembari mencari relasi. Pasalnya semua kegiatan jual beli dilakukan secara langsung sehingga besar kemungkinan untuk menjalin sebuah relasi. Namun butuh waktu, tenaga, dan modal yang relatif besar.

Pilihlah usaha online jika memang anda ingin berkembang dan mencari keuntungan secara signifikan. Pasalnya anda bisa menjangkau pasar yang luas dan tidak terbatas hanya pada wilayah tertentu. Namun kepercayaan akan sulit untuk dibangun antara produsen dan konsumen, belum lagi persiapan dalam menghadapi persaingan ketat.

Contoh Bisnis Offline

Mungkin anda bertanya tentang rekomendasi usaha offline apa yang bisa dijalankan. Untuk memberikan anda gambaran tentang hal tersebut, maka ada beberapa contoh terkait bisnis offline, antara lain:

1. Usaha Kuliner

Usaha-Kuliner

Bagi anda yang memang bisa membuat sebuah hidangan lezat, cobalah jadikan masakan anda sebagai sebuah usaha. Sajikan sebuah hidangan yang memang memiliki nilai jual. Sudah ada beberapa tokoh sukses yang lahir berkat usaha kuliner.

2. Usaha dalam Bidang Pertanian

Usaha-dalam-Bidang-Pertanian

Masyarakat umumnya membutuhkan pangan dan juga bahan pokok. Jika tidak ada petani, maka produksi pangan bisa terhambat. Bagi anda yang memang memiliki lahan atau ladang pribadi, cobalah untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan. Selain dapat menjual hasilnya, anda juga dapat mencoba menjual kebutuhan untuk bercocok tanam.

3. Bisnis Offline dalam Bidang Jasa

Bisnis-Offline-dalam-Bidang-Jasa

Usaha ini diperuntukan bagi anda yang memang memiliki sebuah kemampuan dan bakat. Misalnya saja mencukur rambut, bernyanyi, memahami anatomi tubuh atau pijat, dan banyak lainnya. Tentu akan sangat menyenangkan berbisnis sesuai dengan hobi, bakat, dan kemampuan.

4. Bisnis Offline dalam Bidang Pendidikan

Bisnis-Offline-dalam-Bidang-Pendidikan

Jika anda memang memiliki keahlian dalam bidang keilmuan tertentu, maka tidak ada salahnya apabila anda membagikannya. Salah satunya adalah dengan membuka sebuah kursus. Dengan demikian, anda bisa mendapatkan keuntungan sekaligus mengembangkan keilmuan yang dimiliki.

5. Bisnis Offline dalam Bidang Transportasi

Bisnis-Offline-dalam-Bidang-Transportasi

Kendaraan yang anda miliki bisa saja menjadi sebuah usaha jika anda mau memanfaatkannya. Misalnya saja usaha antar jemput, taksi barang, dan sewa kendaraan. Namun pastikan anda melengkapi surat-surat dari kendaraan yang dimiliki agar tidak mengalami masalah hukum.

Cara Memulai Bisnis Offline

Kini anda sudah lebih memahami apa itu bisnis offline. Tentunya sebagian besar dari anda berminat untuk terjun kedalam dunia tersebut. Agar anda dapat lebih efektif dalam mendirikan usaha offline tersebut, maka ada beberapa cara yang bisa anda lakukan.

1. Survey Pasar

Sebelum mendirikan sebuah usaha, ada baiknya jika anda melakukan sebuah riset terlebih dahulu. Cobalah mencari data yang bisa digunakan untuk mengetahui sebagian besar kebutuhan konsumen. Jadi anda dapat mengetahui produk apa yang sekiranya akan dijual.

2. Memilih Lokasi

Setelah menentukan produk apa yang akan dijual, maka langkah selanjutnya adalah melakukan survey lokasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat konsumsi dan juga daya beli masyarakat. Jadi anda dapat menjual produk pada lingkungan yang tepat.

3. Promosi Pemasaran

Ketika usaha offline yang akan anda rilis sudah berdiri, maka selanjutnya adalah memasarkan produk. Dalam melakukan langkah ini, usahakan untuk menggunakan sampel atau contoh produk. Hal tersebut akan memudahkan anda dalam meyakinkan masyarakat agar menjadi pelanggan.

4. Membuka Lowongan SDM

Cara selanjutnya adalah membuka lowongan pekerjaan untuk mencari karyawan. Jika memang anda mendirikan sebuah usaha yang terbilang besar, maka ada baiknya anda membuka lowongan pekerjaan. Beberapa SDM yang anda rekrut dapat membantu berbagai aktivitas jual beli di toko.

5. Menjaga Ketersediaan Produk

Ketika usaha offline yang anda bangun sudah berjalan, maka pastikan perputaran produksi juga dapat berjalan. Selalu jaga ketersediaan barang agar konsumen tidak lari ke pelaku bisnis yang lain.

Pertanyaan Seputar Bisnis Offline

Apa itu bisnis offline?

Bisnis offline adalah sebuah bidang usaha yang dalam praktiknya masih bersifat konvensional

Apa kekurangan dari bisnis offline?

Bisnis offline memiliki beberapa kekurangan, antara lain modal yang besar, wilayah pemasaran yang terbatas, dan penyediaan tempat usaha berbentuk fisik

Apa perbedaan bisnis offline dan bisnis online?

Ada beberapa perbedaan antar bisnis offline dan bisnis online, antara lain dalam segi keterjangkauan pasar, biaya, perkembangan, dan pengiklanan

Kesimpulan

Bisnis offline memang masih menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipilih sebagai kegiatan produktif. Namun setelah belajar tentang apa itu bisnis offline, tentunya anda paham betul pentingnya menjaga sebuah relasi terhadap pelanggan. Jadi siapkanlah bisnismu secara matang.

Ari

Layanilah orang tuamu seperti raja, maka rezekimu juga akan menjadi seperti raja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.