Emas

Apa Itu Investasi Emas: Pengertian, Ciri, Jenis, Untung Rugi

Trikves.com – Menyisihkan uang saku yang anda miliki akan menjadi lebih bermanfaat saat belajar tentang apa itu investasi emas atau logam mulia. Setidaknya hingga saat ini, masih ada beberapa orang yang menganggap emas hanyalah sebuah perhiasan yang berfungsi sebagai aksesoris. Jika anda merupakan salah satu dari beberapa orang tadi, maka pada kesempatan kali ini, kami akan mencoba untuk merubah pemikiran tersebut.

Manusia memang identik dengan gaya hidup. Hal ini mengakibatkan adanya tren berbusana mewah dan penuh dengan aksesoris, khususnya berbahan emas. Logam mulia dalam perhiasan memang dapat meningkatkan status sosial seseorang di masyarakat. Namun seiring berjalannya waktu, material ini beralih fungsi menjadi sebuah aset berharga. Itulah mengapa penting untuk belajar tentang apa itu investasi emas.

Investasi memang banyak produknya saat ini. Tentunya masing-masing dari produk tersebut memiliki keunggulan. Salah satu contohnya adalah investasi saham yang memiliki keuntungan tinggi meski sepadan dengan resiko. Berikutnya adalah logam mulia yang memiliki resiko rendah dengan banyak keuntungan. Inilah alasan banyak orang mulai mencari tahu apa itu investasi emas.

Menjadikan emas sebagai sebuah investasi memang bukan hal yang baru. Namun karena tren positifnya, maka banyak orang berbondong-bondong memilih produk tersebut sebagai ajang investasi. Jika anda memang tertarik untuk melakukan hal yang sama, maka jangan terburu-buru. Setidaknya anda perlu mengetahui apa itu investasi emas agar kegiatan tersebut lebih optimal.

Apa Itu Investasi Emas

Investasi emas atau logam mulia adalah sebuah kegiatan menanamkan modal yang anda miliki kedalam bentuk emas guna menjaga dan mengembangkan nilai kekayaan dalam kurun waktu tertentu. Sudah banyak perusahaan dan juga lembaga yang menawarkan produk investasi tersebut.

Sejarah Emas

Sejak tahun 40.000 Sebelum Masehi, emas sudah menjadi sebuah aset yang sangat berharga. Logam mulia ini dapat dibilang sebagai simbol kemewahan bagi peradaban di jaman tersebut. Proses peleburan emas baru dilakukan sekitar tahun 2600 Sebelum Masehi untuk dijadikan sebagai sebuah perhiasan.

Selain dijadikan sebagai perhiasan, ternyata emas juga menjadi sebuah alat tukar atau mata uang. Nilai kekayaan dari emas tersebut juga cenderung naik turun. Masyarakat jaman dahulu yang menyadari akan potensi emas tersebut, lantas menjadikannya sebagai instrumen investasi.

Setidaknya terdapat dua babak perkembangan dari logam mulia. Yang pertama terjadi pada era Sebelum Masehi dan kedua terjadi setelah era masehi. Berikut adalah penjelasannya.

1. Emas di Era Sebelum Masehi

Dalam sebuah catatan dunia, setidaknya terdapat sumber yang mengatakan bahwa Kerajaan di Mesir adalah yang pertama melakukan pengolahan emas secara besar-besaran. Awalnya para petinggi kerajaan memanfaatkan para pekerja kasar (budak) untuk menggali material tersebut. Namun fungsinya hanya sebagai komoditi dan belum menjadi alat tukar resmi.

Memasuki Era 2.600 Sebelum Masehi, Emas mulai dileburkan untuk dijadikan sebagai sebuah perhiasan. Adalah para penempa handal yang berasal dari Mesopotamia Kuno (Republik Irak) yang berhasil merubah logam mulia tersebut menjadi banyak perhiasan.

Sekitar tahun 700 Sebelum Masehi, emas mulai dibentuk kedalam bentuk koin. Kendati sudah dirubah bentuknya, logam mulia ini masih disebut sebagai sebuah komoditi untuk melakukan kegiatan barter. Kerajaan Lidia (Turki) mulai mencoba untuk memurnikan emas dan berhasil. Sejak saat itulah emas mulai diakui beberapa kerajaan dunia sebagai mata uang meski belum memiliki nilai.

2. Emas di Era Setelah Masehi

Pada era ini, Inggris adalah negara pertama yang mengadopsi sebuah sistem bernama Gold Standard pada tahun 1854. Sistem tersebut membuat logam mulia menjadi sebuah mata uang yang bernilai. Satuan yang digunakan dalam menakar material ini adalah ons. Jadi anda membutuhkan beberapa perak (mata uang resmi di era tersebut) untuk ditukar menjadi satu ons emas.

Pada perang dunia pertama, uang kertas yang berasal dari bank mulai diedarkan ke publik. Hal ini menyebabkan emas beredar bersamaan dengan uang kertas dan juga koin logam. Barulah di saat peran dunia kedua pecah, sistem Gold Standard yang menggunakan logam mulia tergantikan dengan mata uang Internasional yang resmi.

Ciri Ciri Emas

Saat ini emas sudah beredar luas di pasaran. Namun karena adanya oknum tertentu, logam mulia ini berhasil di manipulasi sehingga banyak produk palsu alias imitasi. Agar terhindar dari penipuan, ada baiknya anda mengenali beberapa ciri emas yang bagus, antara lain:

1. Emas Memiliki Sifat Fisik yang Lunak

Emas pada dasarnya memiliki sebuah sifat atau kondisi fisik yang mudah dikenali. Pada emas batangan misalnya. Logam mulia jenis ini biasanya memiliki cap yang menerangkan kadar dari emas batangan tersebut. Ukurannya pun biasanya menggunakan satuan fineness atau karat.

Selain memiliki cap, lazimnya emas bersifat lunak. Misalnya saja ketika anda menggigit logam mulia tersebut, maka akan meninggalkan bekas gigitan. Jika memang hal tersebut terjadi, maka besar kemungkinan jika emas yang anda miliki asli. Namun anda masih perlu melakukan pengujian lain agar lebih mantap.

2. Keadaan Warna yang Tetap

Emas adalah sebuah material yang tahan terhadap korosi atau kerusakan. Jika anda menjumpai logam mulia ini berubah warna, maka sudah dipastikan bahwa material tersebut palsu. Untuk mengujinya anda hanya perlu menggosoknya dengan tangan atau ujung telunjuk.

3. Emas Kebal Terhadap Magnet

Emas tidak memiliki sifat magnetik sama sekali. Jika didekatkan dengan magnet, maka umumnya tidak ada reaksi yang akan terjadi. Namun saat anda melakukan pengujian tersebut dan emas mengalami pergerakan, maka ada kemungkinan jika emas tersebut tercampur dengan material logam lain.

4. Emas Memiliki Suara Nyaring

Emas memiliki suara yang nyaring, durasi panjang, dan juga tinggi pada saat diketukan dengan menggunakan logam lainnya. Cobalah melakukan pengujian tersebut apabila anda merasa penasaran dengan keaslian emas. Bandingkan dengan bahan logam lainnya. Umumnya selain emas, logam lain akan mengeluarkan suara rendah dengan durasi pendek.

5. Emas Kebal Cairan Asam

Adapun ciri lainnya dari emas adalah kebal terhadap cairan asam. Untuk melakukan pengujian ini, anda dapat menggunakan cairan asam nitrat. Saat diteteskan dengan cairan tersebut, umumnya emas tidak akan mengalami reaksi apapun. Jika memang terjadi reaksi, maka ada kemungkinan apabila emas tersebut sudah tercampur dengan material lain.

6. Emas Tidak Berbekas Saat Digores

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa emas bersifat lunak. Tentunya saat digoreskan pada keramik atau kertas maka tidak akan meninggalkan bekas apapun. Cobalah lakukan pengujian tersebut untuk membuktikannya. Jika kemudian ditemukan bekas abu-abu pada keramik dan kertas, maka patut diragukan keasliannya.

7. Memiliki Sertifikat

Emas yang asli akan memiliki sertifikat saat anda memilikinya. Sertifikat ini dikeluarkan oleh lembaga yang menjadi bukti tentang keaslian dari emas tersebut. Namun anda juga perlu mewaspadai akan keaslian dari sertifikat tersebut.

Cara untuk mengetahui keaslian dari sertifikat tersebut, maka ada pengujian dengan menggunakan sinar ultraviolet. Saat diterawang dengan menggunakan garis tersebut, biasanya akan muncul garis warna-warni dan juga watermark dari perusahaan atau lembaga yang mencetak emas.

8. Kemurnian Emas

Berdasarkan SNI 13-3487-2005, emas memiliki tingkat kemurniannya tersendiri. Adapun beberapa tingkatan kemurnian tersebut yang penting untuk anda ketahui. Berikut adalah tingkatan dari kemurnian emas.

  • Emas 24 karat tingkat kemurniannya sebesar 99,0% – 99,99%
  • Emas 23 karat tingkat kemurniannya sebesar 94,80% – 98,89%
  • Emas 22 karat tingkat kemurniannya sebesar 90,60% – 94,79%
  • Emas 21 karat tingkat kemurniannya sebesar 86,50% – 90,59%
  • Emas 20 karat tingkat kemurniannya sebesar 82,30% – 86,49%
  • Emas 19 karat tingkat kemurniannya sebesar 78,20% – 82,29%
  • Emas 18 karat tingkat kemurniannya sebesar 75,40% – 78,19%

Adapun rumus yang bisa digunakan dalam menghitung jumlah kemurnian emas tersebut.

Kadar Emas Murni

(Kadar Karat Emas yang Dimiliki / 24) x Berat Emas = Kadar Emas Murni

Kandungan Logam Lainnya

Berat Emas – Kadar Emas Murni = Kandungan Logam Lainnya

Sebagai ilustrasi yang bisa menggambarkan kemurnian emas tersebut. Misalkan saja Salma membeli koin emas 22 karat seberat 2 gram. Kita akan mencoba mencari kemurnian emas miliki Salma.

Kadar Emas Murni

(22/24) x 2 gram = 1,83 gram

Kandungan Logam Lainnya

2 gram – 1,83 gram = 0,17 gram

Jenis Emas

Sebagai sebuah produk investasi, emas juga memiliki jenisnya tersendiri. Tentunya hal ini bisa memberikan anda banyak pilihan. Umumnya terdapat tiga jenis emas yang beredar di tengah masyarakat. Namun ada juga beberapa jenis lain yang bisa anda dapatkan juga. Berikut adalah penjelasannya.

1. Emas Batangan

Emas dalam jenis ini cenderung memiliki kadar yang tinggi hingga 24 karat. Bentuknya memang tidak dibuat menarik seperti layaknya perhiasan. Namun bila dijadikan sebagai sebuah investasi, emas batangan cenderung lebih direkomendasikan.

Jenis logam mulia yang satu ini bisa anda dapatkan di bank, pegadaian, dan bahkan perusahaan antam. Beratnya pun variatif mulai dari 1; 2,5; 5; dan 10 gram bahkan anda bisa menjumpai yang lebih besar lagi.

2. Emas Perhiasan

Emas jenis ini adalah yang sering banyak dijumpai di lingkungan masyarakat. Logam mulia jenis ini sering digunakan sebagai sebuah aksesoris untuk mempercantik diri. Bahkan bisa digunakan untuk meningkatkan status sosial anda di masyarakat.

Perhiasan berbahan emas selain dapat digunakan sebagai aksesoris, juga bisa berfungsi sebagai instrumen investasi. Namun kadar kemurnian dari logam mulia jenis ini lebih rendah dari emas batangan.

3. Emas Koin

Emas berbentuk koin ini lebih populer dengan sebutan Dirham. Logam mulia jenis ini juga merupakan sebuah instrumen investasi yang bahkan aman dari inflasi. Arab Saudi menggunakan koin Dirham ini sebagai alat tukar atau transaksi.

4. Sertifikat Emas

Sertifikat emas ini umum hadir dalam bentuk dalam bentuk digital. Anda bisa menjumpai instrumen ini melalui bank. Artinya anda memiliki sejumlah emas yang disimpan di dalam bank. Untuk mencetak emas tersebut, anda hanya perlu menyerahkan sertifikatnya. Namun biasanya ada biaya yang dibebankan dalam mencetak emas tersebut.

5. Tabungan Emas

Logam mulia jenis ini memiliki mekanisme yang sama dengan menabung pada umumnya. Hanya saja nominal uang yang anda miliki akan secara otomatis dikonversikan kedalam emas dengan berat tertentu sesuai dengan nominal uangnya. Modalnya pun terjangkau sehingga cocok dijadikan sebagai investasi pelajar.

Keuntungan Investasi Emas

Tujuan utama investasi adalah untuk mengembangkan modal yang anda tanam melalui keuntungannya. Begitu juga pada instrumen investasi emas yang ada saat ini. Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa anda peroleh dengan berinvestasi emas.

1. Anti Inflasi

Emas cenderung tidak berpengaruh pada kenaikan harga kebutuhan barang pokok atau inflasi. Justru saat suatu negara mengalami inflasi, nilai emas akan cenderung naik dan terus mengalami kenaikan. Sebaliknya dengan uang yang akan mengalami penurunan nilai saat mengalami inflasi.

2. Nilai Emas yang Selalu Meningkat

Nilai emas cenderung selalu meningkat dari waktu ke waktu. Apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi? Ada sebuah fakta bahwasanya cadangan emas di berbagai negara dunia cenderung minim. Tentu saja emas suatu saat emas akan menjadi salah satu material yang sangat berharga sehingga nilainya selalu meningkat.

3. Tingkat Likuiditas yang Tinggi

Investasi dalam bentuk logam mulia cenderung mudah untuk dicairkan kedalam bentuk uang. Bisa ditukarkan pada lembaga yang bersangkutan atau juga dijual. Tentunya hal ini akan memudahkan anda dalam menghadapi sebuah keadaan sulit khususnya dalam masalah keuangan.

4. Pelindung dari Devaluasi Uang

Uang memiliki potensi untuk kehilangan nilainya. Hal tersebut dapat disebabkan oleh banyaknya uang yang beredar di masyarakat. Berbeda dengan emas yang tidak bisa dicetak dengan mudah. Jadi sebagai investor, anda bisa dikatakan aman dari keadaan tersebut.

5. Proses Memulai Investasi yang Mudah

Segala proses yang berkaitan dengan pembuatan instrumen investasi emas cenderung mudah dan tidak rumit. Bahkan kini anda melakukannya secara online. Hanya dengan mengandalkan gadget dan juga koneksi internet, maka anda sudah bisa berinvestasi dalam bentuk logam mulia tersebut.

Kerugian Investasi Emas

Selain memiliki keuntungan, faktanya emas memiliki beberapa kerugian yang mungkin bisa anda alami. Sehingga penting bagi anda untuk mengetahuinya sebagai salah satu bentuk tindak pencegahan. Berikut adalah beberapa kerugian tersebut.

1. Punya Potensi untuk Dicuri

Potensi kerugian ini sering dialami oleh para investor yang menginvestasikan modalnya dalam bentuk emas batangan. Karena memiliki wujud fisik, maka memudahkannya untuk berpindah tangan. Jadi saat anda berinvestasi dalam logam mulia jenis ini, maka ada baiknya anda membuat sebuah penyimpanan dengan tingkat pengamanan tinggi.

2. Harga Berkembang Secara Lambat

Emas memang ditujukan sebagai penangkal inflasi. Tentu harganya akan naik saat suatu negara mengalami inflasi. Namun kenaikan tersebut akan melambat manakala keadaan ekonomi terbilang stabil. Stabil disini artinya kebijakan uang beredar dapat dikendalikan sehingga tingkat konsumsi masyarakat berada pada status wajar.

3. Jangka Waktunya yang Panjang

Perkembangan harga emas meski naik, tetapi cenderung lambat. Hal ini menyebabkan anda harus berinvestasi dalam kurun waktu yang lama. Tentunya akan ada kerugian manakala anda membutuhkan dana untuk kebutuhan yang mendesak.

4. Adanya Biaya yang Harus Ditanggung

Pada investasi emas melalui bank, lembaga, atau perusahaan tertentu, biasanya terdapat biaya yang ditanggungkan. Baik biaya penitipan maupun biaya pencetakan atau pencairan emas. Meski tidak seberapa tetap adanya biaya tersebut mengurangi jumlah yang seharusnya anda terima.

Hal Yang Harus Diperhatikan

Jika anda ingin mulai investasi emas, ada baiknya anda memperhatikan beberapa hal penting agar investasi tersebut berjalan sesuai harapan. Ada beberapa saran yang bisa kami berikan untuk anda, antara lain:

  • Tetapkan tujuan investasi emas anda
  • Pilih jenis produk investasi logam mulia tersebut sesuai dengan kemampuan anda dalam mengamankannya
  • Jika memang harus memilih emas batangan, maka perhatikan keamanan tempat penyimpanannya
  • Selalu pantau harga emas
  • Investasi emas bisa dimulai kapanpun tidak berpatokan pada harganya yang rendah atau tinggi

FAQ

Apa Itu Investasi Emas?

Investasi emas adalah kegiatan menanamkan modal yang anda miliki kedalam bentuk emas atau logam mulia.

Apa Kelebihan Investasi Emas?

Kelebihan investasi emas terletak pada kenaikan harganya, tahan terhadap inflasi, likuiditas tinggi, dan proses pembuatannya mudah.

Kapan waktu yang tepat untuk menabung emas?

Investasi emas dapat anda lakukan kapanpun, tidak berpatokan pada harganya yang rendah atau tinggi.

Kesimpulan

Setelah belajar tentang apa itu investasi emas, kini anda sudah dapat mengetahui tujuan menyisihkan uang. Berinvestasi kedalam bentuk logam mulia ini memang memiliki resiko yang rendah dan menguntungkan. Namun tetap perhatikan keamanan tempat penyimpanannya. Kini anda sudah mantap untuk berinvestasi emas bukan?

Ari

Layanilah orang tuamu seperti raja, maka rezekimu juga akan menjadi seperti raja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.