Properti

11 Cara Investasi Properti Untuk Pemula di Usia Muda Agar Untung!!

Trikves.com – Sebagaimana diketahui, mempunyai properti yang disewakan atau dikontrakkan merupakan salah satu langkah tepat dalam menambah pundi-pundi kekayaan. Hal itu juga menjadi alasan banyak orang saat ini mencari bagaimana cara terbaik untuk investasi properti, khususnya bagi para pemula atau seseorang baru terjun di dalam bisnis tersebut.

Dimana keberadaan properti membuat Anda bisa dengan mudah mendapatkan penghasilan pasif tanpa perlu repot-repot bekerja dari siang sampai malam. Apabila saat ini uang sudah terkumpul dan ingin mencari properti untuk dijadikan investasi, penting bagi Anda untuk memperhatikan sejumlah kriteria yang membuat properti tersebut mempunyai nilai di mata penyewa.

Untungnya, saat ini di Indonesia sendiri sudah tersedia cukup banyak jenis investasi properti, mulai dari rumah, tanah, apartemen hingga ruko hingga rukan untuk disewa atau dibeli kembali. Namun sayangnya, terdapat beberapa keluhan dari sebagian orang bahwa mereka seringkali merasa kesulitan ketika hendak mengelola ataupun memasarkan produk-produk di dalam investasi properti.

Maka dari itu, apabila Sobat Trikves berencana melakukan bisnis atau berinvestasi di dalam dunia properti, ada baiknya cari tahu terlebih dahulu bagaimana tata cara menjalankannya. Nah, untuk membantunya pada kesempatan kali ini Trikves.com akan memberikan sejumlah cara investasi properti untuk pemula supaya bisa berjalan lancar dan sukses sesuai harapan.

Seputar Investasi Properti

Seputar Investasi Properti

Sebelum membahas poin utama mengenai cara investasi properti untuk pemula lebih lanjut, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu sekilas pengertiannya. Sebenarnya pada pembahasan sebelumnya sudah pernah dijelaskan bahwa investasi properti ialah sebuah jenis investasi yang berkaitan dengan pembelian, kepemilikan, penyewaan, pengelolaan serta penjualan real estate guna menghasilkan uang atau profit.

Dimana investasi properti merupakan pembelian properti real estate yang ditujukan untuk mendapatkan Return of Investment (ROI), entah itu lewat hasil sewa, penjualan kembali ataupun keduanya. Adapun properti itu sendiri bisa dimiliki baik itu oleh investor perorangan, investor dalam bentuk kelompok ataupun sebuah korporasi.

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Properti

Perlu diketahui, apabila dilihat dari jangka waktu investasinya, investasi properti adalah investasi yang cukup fleksibel. Fleksibel dalam hal ini dapat diartikan menjadi sebuah investasi jangka pendek atau investasi jangka panjang sehingga menjadi keuntungan tersendiri bagi investor.

Meskipun demikian, sebagai pemula di dalam dunia tersebut Anda juga perlu mengetahui sejumlah kelebihan serta kekurangannya. Maka dari itu, sebagai bahan pertimbangan, berikut akan dijelaskan mengenai beberapa kelebihan dan kekurangan berinvestasi di bidang properti.

1. Kelebihan

  • Nilainya tidak terlalu fluktuatif seperti saham karena tidak begitu dipengaruhi oleh situasi ekonomi politik, tingkat inflasi hingga suku bunga.
  • Meskipun terpengaruh oleh faktor eksternal, biasanya perubahannya terjadi tidak terlalu cepat.
  • Investasi properti tidak selalu harus memiliki modal awal atau uang tunai dalam jumlah besar, pasalnya investasi tersebut dapat dimulai dengan membayar DP atau uang muka terlebih dahulu.
  • Dapat dijadikan sebagai pendapatan pasif apabila properti tersebut disewa atau dikontrakkan, entah itu per bulan ataupun per tahun.
  • Semakin banyak jumlah properti, maka akan semakin tinggi pula jumlah penghasilan tambahannya.
  • Mempunyai risiko lebih kecil karena harga pasar atau market tidak begitu fluktuatif, justru malah bisa terus meningkat.
  • Laba atau keuntungan bisa terus meningkat karena jumlah pembeli dan penyewa semakin banyak sedangkan properti kian langka.

2. Kekurangan

  • Membutuhkan dana atau modal awal cukup besar karena harga satu bangunan ataupun sepetak tanah bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta.
  • Likuiditasnya rendah karena investasi properti tergolong investasi jangka panjang.
  • Perlu mengeluarkan biaya perawatan dan pemeliharaan tidak sedikit.
  • Umumnya akan menemui regulasi pemerintah berbelit-belit seperti perijinan mendirikan bangunan, ijin transaksi jual beli, aturan perpajakan dan lain sebagainya.
  • Risiko terhadap bencana alam dapat merusak investasi properti secara instan.
  • Walaupun sangat jarang terjadi, namun kondisi pasar properti bisa saja jatuh suatu saat nanti.

Cara Investasi Properti Untuk Pemula

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, sebagai pemula sebaiknya Anda tidak mengambil langkah terburu-buru karena ada banyak hal perlu dipelajari terlebih dahulu sebelum memulai investasi properti. Daripada penasaran, di bawah ini akan dijelaskan mengenai sejumlah tips dan cara investasi properti untuk pemula dengan modal kecil.

1. Menentukan Lokasi

Cara investasi properti pertama untuk pemula yaitu menentukan lokasi. Dimana lokasi menjadi salah satu hal harus ditentukan terlebih dahulu sebelum Anda membeli rumah ataupun memulai bisnis properti. Pasalnya lokasi nantinya sangat mempengaruhi harga jual properti, lokasi strategis mudah di jangkau serta dekat dengan pusat keramaian menjadikan sebuah rumah memiliki harga jual tinggi.

2. Mempersiapkan Anggaran Dana

Selain menentukan lokasi, biaya juga menjadi salah satu faktor penting perlu pertimbangan khusus dalam berinvestasi properti. Anda perlu mempersiapkan anggaran dana untuk menanggung biaya pokok dan biaya lainnya yang sudah menjadi kewajiban. Terkadang jumlah yang dikeluarkan tidak sedikit sehingga membuat investor pemula terkejut.

Berikut adalah beberapa biaya yang perlu dipersiapkan ketika hendak melakukan investasi properti oleh para pemula.

  • Biaya tanda jadi.
  • Uang muka.
  • Angsuran.

3. Pilih Pengembang Properti Terpercaya

Cara investasi properti untuk pemula selanjutnya yaitu memilih pengembang atau developer dengan latar belakang yang jelas. Sebaiknya jangan langsung mudah percaya pada pengembang meskipun sudah terkenal. Namun, pastikan performanya juga baik dan dapat dipercaya. Pilihlah pengembang dengan pengalaman minimal 5 tahun di dalam dunia properti.

4. Mengecek Harga Pasar

Ketika hendak terjun ke dalam dunia investasi properti, mengecek harga pasar yang sedang berlaku juga menjadi langkah penting untuk diperhatikan oleh pemula. Jadi, Anda perlu mengetahui harga pasaran sebuah produk properti seperti rumah, ruko, apartemen dan lain sebagainya. Pengecekan harga pasar sendiri sudah bisa dilakukan entah itu secara online ataupun melakukan riset langsung.

5. Melihat Kelengkapan Fasilitas Properti

Setelah mengecek harga pasar terbaru, maka cara investasi properti untuk pemula berikutnya yaitu mengetahui fasilitas apa saja yang ditawarkan oleh pengembang. Sebab, kelengkapan fasilitas nantinya akan meningkatkan harga jual properti, entah itu fasilitas internal ataupun eksternal.

6. Persetujuan KPR

Pada umumnya, banyak orang akan berusaha mendapatkan persetujuan KPR untuk meringankan pembayaran rumah, termasuk bagi para pemula. KPR sendiri nantinya memudahkan investor pemula dalam melakukan investasi properti. Dimana dengan mempunyai persetujuan KPR membuat agen perumahan atau vendor yakin mengenai minat Anda dalam membeli sebuah properti.

7. Memilih Tenor Sesuai Kemampuan

Ketika anda memutuskan untuk mengajukan KPR, maka sebaiknya pilih tenor sesuai dengan kemampuan finansialnya. Langkah ini juga sebenarnya masuk ke dalam tata cara investasi properti untuk pemula. Adapun tenor yang umumnya ditawarkan diantaranya yaitu mulai dari 5 tahun sampai 10 tahun. Kami ingatkan sekali lagi bahwa investasi properti ialah investasi jangka panjang menguntungkan.

8. Surat Legalitas Properti

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memulai bisnis di bidang properti yaitu tentang legalitas surat sah secara hukum dari pada pengembang atau developer. Sebagai seorang pemula, Anda harus benar-benar jeli dalam memilih unit perumahan sebagai investasi properti. Sebaiknya tanyakan hal yang berkaitan dengan surat-surat kepada notaris.

9. Menyiapkan Dana Tambahan

Pada saat melakukan transaksi jual beli properti, Anda perlu mempersiapkan anggaran dana tambahan. Hal dikarenakan akan ada biaya tambahan yang mungkin harus ditanggung investor dalam proses pembelian investasi properti. Sebagai gambaran, di bawah ini adalah beberapa biaya tambahan yang akan muncul dalam transaksi jual beli properti.

  • Biaya bank.
  • Biaya asuransi.
  • Biaya notaris.
  • Pajak.

10. Menentukan Waktu Serah Unit

Setelah semua tata cara investasi properti untuk pemula di atas sudah dijalani, maka tahap selanjutnya pastikan waktu serah terima rumah atau properti lain yang dibeli. Jangan sampai terdapat keterlambatan yang akan merugikan Anda suatu hari nanti. Selain itu, jangan sampai tujuan utama investasi properti justru malah menjadi kerugian.

11. Menyiapkan Asuransi Properti

Cara investasi properti untuk pemula terakhir yaitu mengelola risiko selama masa pengelolaan investasi. Nah, asuransi menjadi salah satu cara terbaik dalam mengalihkan risiko kepada pihak ketiga apabila nantinya terjadi suatu masalah pada aset properti.

Kesalahan Dalam Investasi Properti

Kesalahan Dalam Investasi Properti

Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai cara investasi properti untuk pemula dengan modal kecil mulai dari tahap awal hingga perjalanannya. Sebagai informasi tambahan, di Indonesia sendiri saat ini sudah tersedia cukup banyak sekali jenis investasi di dunia properti, entah itu properti konvensional ataupun syariah.

Terlebih lagi kini sudah tersedia cukup banyak jenis investasi properti online yang bisa dijadikan peluang bagi para pemula. Meskipun menjalankan investasi properti berpotensi mendapatkan keuntungan besar, namun perlu diketahui bahwa jika Anda salah dalam mengambil keputusan, maka bisa saja malah mendapatkan kerugian cukup besar.

Oleh sebab itu, di bawah ini akan dijelaskan mengenai apa saja kesalahan umum yang seringkali terjadi dan menyebabkan para investor pemula gagal meraup keuntungan pada investasi properti.

  • Mempunyai tujuan salah.
  • Waktu beli kurang tepat.
  • Tidak adanya estimasi biaya.
  • Bersikap egois sebagai investor.
  • Tidak mementingkan kualitas.
  • Tidak mempunyai cukup biaya.
  • Hanya mementingkan tampilan properti saja, bukan lokasi.
  • Regulasi pemerintah.
  • Bencana alam.
  • Buruknya strategi marketing atau pemasaran.

Kesimpulan

Itulah sekiranya penjelasan seputar cara investasi properti untuk pemula dengan modal kecil dilengkapi dengan sejumlah kesalahan yang harus dihindari saat berinvestasi versi Trikves.com. Semoga informasi di atas dapat dijadikan sebagai referensi ketika hendak memulai berinvestasi di dalam dunia properti.

Anang

Saya adalah seorang penulis yang gemar membaca berita dan mencari informasi terupdate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.