Properti

Apa Itu Investasi Properti: Pengertian, Jenis, Keuntungan, Risiko

Trikves.com – Tanah dan bangunan akan terlihat sangat menggiurkan saat anda memahami segala hal tentang apa itu investasi properti. Mungkin mendengar kata properti, maka yang ada di benak anda adalah sebuah hal yang hanya dikelola oleh kalangan elit. Tahan sebentar! Anda juga bisa berinvestasi pada produk ini.

Melakukan perencanaan keuangan adalah sebuah hal yang harus dilakukan guna menghadapi masa depan. Salah satu caranya adalah dengan menanamkan modal kedalam bentuk lain atau investasi. Kegiatan tersebut banyak sekali macamnya. Namun tidak ada yang lebih menarik saat anda mengetahui tentang apa itu investasi properti.

Properti menjadi sebuah primadona dalam produk investasi setelah banyak orang yang sukses melalui hal tersebut. Bahkan banyak juga nama-nama besar yang mungkin anda kenal berinvestasi dalam bentuk properti. Jadi tidak mengherankan jika anda juga penasaran tentang apa itu investasi properti.

Sebenarnya investasi ini terbuka bagi siapa saja yang memang ingin melakukannya. Namun seringkali ketidaktahuan menghalangi niat tersebut. Agar anda juga bisa melakukan investasi tersebut, maka akan kami jabarkan segala hal tentang apa itu investasi properti secara lengkap.

Apa Itu Investasi Properti

Investasi properti merupakan sebuah kegiatan menanamkan modal pada urusan kepemilikan, pembelian, penyewaan dan pengelolaan aset properti untuk kemudian di jual kembali dengan tujuan memperoleh keuntungan di kemudian hari. Lantas apa yang dimaksud dengan properti? Pada dasarnya properti merupakan sebuah istilah yang merujuk pada kepemilikan, baik perseorangan maupun badan usaha.

Jenis investasi yang satu ini lebih berfokus pada segala hal tentang real estate (Istilah hukum untuk tanah dan segala hal yang berdiri di atasnya). Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwasanya investasi ini bersifat riil atau memiliki wujud nyata. Bentuknya bisa berupa bangunan atau perumahan.

Banyak orang yang mengira bahwa investasi properti adalah bisnis properti. Padahal kedua hal tersebut sangat berbeda. Agar anda tidak salah mengira, maka akan kami jabarkan perbedaannya.

Investasi properti berarti anda membeli sebuah aset real estate untuk dikelola dan dijual kembali dalam jangka waktu yang panjang. Kegiatan investasi jenis ini terbilang pasif karena anda hanya menyimpannya dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang besar dikemudian hari.

Bisnis properti merupakan kegiatan pengelolaan dan jual beli dalam hal real estate. Kegiatan ini lebih menekankan pada kegiatan jual beli yang bersifat aktif. Artinya anda mengelola sebuah aset properti untuk dijual kembali dalam jangka waktu yang lebih singkat melalui pemasaran yang agresif.

Berdasarkan penjabaran di atas, maka ada perbedaan besar terkait dengan tujuannya. Atau untuk untuk lebih jelasnya kita sandingkan dengan investasi saham dan trading saham. Investasi saham dibeli untuk diambil kembali keuntungannya dalam jangka waktu tertentu sedangkan trading adalah kegiatan membeli saham untuk langsung dijual kembali.

Jadi sudah jelas bahwasanya investasi properti berbeda dengan bisnis properti. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa investasi anda bisa menjadi bisnis. Sedangkan bisnis belum tentu bisa menjadi sebuah investasi.

Jenis Investasi Properti

Seperti kebanyakan produk investasi, ada beberapa jenis investasi pada properti. Tentunya hal ini akan membantu anda dalam memilih aset properti yang bisa anda jadikan sebagai sebuah investasi. Berikut adalah beberapa jenis dari investasi real estate tersebut.

1. Indekos

Indekos adalah sebuah kegiatan jasa yang menawarkan sewa kamar untuk ditinggali dalam kurun waktu tertentu. Jika anda memiliki sebuah aset berupa hunian dengan banyak kamar, maka membuat penyewaan indekos menjadi hal yang sangat potensial. Apalagi jika lokasi hunian tersebut strategis dan dekat dengan pusat kegiatan.

2. Kontrakan

Konsepnya hampir sama dengan indekos. Hanya saja kontrakan lebih menyewakan seluruh hunian sebagai tempat tinggal dalam kurun waktu tertentu. Kontrakan umumnya tidak berpengaruh pada beberapa faktor seperti lokasi yang strategis karena fungsinya yang hanya menjadi sebuah tempat tinggal.

3. Homestay

Apakah anda memiliki sebuah hunian yang dekat dengan destinasi wisata? Maka tidak ada salahnya apabila anda membuat sebuah homestay. Homestay merupakan sebuah penginapan yang tujuannya sebagai tempat singgah para pelancong atau wisatawan. Semakin bagus dan lengkap sebuah homestay, maka akan mendatangkan kepuasan pada para wisatawan tersebut.

4. Ruko

Banyak para pelaku bisnis offline yang saat ini membutuhkan lahan sebagai tempat untuk dijadikan sebagai toko. Jika anda memiliki bangunan tertentu dengan lokasi yang strategis, maka tidak ada salahnya anda menjadikan bangunan tersebut sebagai sebuah ruko. Jika lokasi bangunan tersebut dengan pusat kota atau pusat bisnis, maka harganya akan semakin tinggi.

5. Apartemen

Jenis investasi properti ini masih mirip dengan kontrakan. Hanya saja fasilitas yang diberikan jauh lebih mewah. Umumnya apartemen digemari oleh beberapa orang yang memiliki gaya hidup praktis dan juga minimalis. Kendati demikian, peminat apartemen masih terbilang banyak.

6. Coworking Space

Saat ini banyak orang yang membutuhkan tempat untuk menyelesaikan tugas dari pekerjaannya. Apalagi jika pekerjaan tersebut dapat dikerjakan dari rumah. Hal tersebut bisa menjadi sebuah peluang. Anda bisa mencoba mendirikan sebuah coworking space atau tempat kerja yang memberikan kenyamanan bagi beberapa orang dalam mengerjakan tugasnya.

Keuntungan Investasi Properti

Berinvestasi dalam bidang properti cenderung memiliki keuntungan yang besar. Belum lagi anda bisa memiliki kendali penuh atas aset properti tersebut. Agar anda lebih bersemangat dalam melakukan investasi properti, maka berikut ini akan kami jelaskan beberapa keuntungannya.

1. Harga yang Selalu Naik

Sudah menjadi sebuah rahasia umum apabila tanah dan segala yang berdiri di atasnya selalu naik setiap tahunnya. Jika memang kondisinya demikian, maka nilai investasi pada aset properti anda juga akan meningkat. Jadi anda bisa mendapatkan pengembalian dengan jumlah besar.

2. Potensi Capital Gain

Capital gain adalah selisih harga jual yang cenderung ke arah keuntungan. Artinya nilai jual lebih tinggi daripada nilai awal atau nilai beli. Belum lagi jika anda berinvestasi pada aset properti yang cenderung memiliki lokasi strategis. Maka tidak menutup kemungkinan jika capital gain yang diperoleh lebih besar.

3. Bersifat Riil

Setidaknya ada beberapa investasi yang tidak memiliki wujud fisik karena sumbernya yang berasal dari pasar uang. Namun aset properti memiliki wujud fisik yang nyata. Adanya hal tersebut membuat anda bisa lebih memantau dan mengelola aset investasi anda secara langsung agar nilainya menjadi besar.

4. Dapat Disewakan

Selama melakukan proses investasi, aset properti yang anda miliki faktanya bisa disewakan. Tentunya hal ini akan membantu anda dalam memenuhi kebutuhan jangka pendek. Dengan demikian, anda dapat mengantisipasi hal yang tidak terduga terutama dalam hal keuangan.

5. Memiliki Kendali Penuh Atas Aset

Seperti yang sudah dijelaskan bahwasanya investasi dalam bentuk aset properti ini memiliki wujud nyata. Agar nilai dari aset properti tersebut cenderung tinggi di masa mendatang, maka anda dapat mengelolanya secara bebas. Bahkan terkait harga dan juga kondisi pasarnya bisa anda kendalikan.

Risiko Investasi Properti

Kendati keuntungan utamanya terbilang besar, investasi pada aset properti juga memiliki resiko. Namun hal tersebut justru jangan menjadikan semangat anda padam dalam berinvestasi. Mengetahui resiko yang ada membuat anda dapat menemukan cara untuk mengatasinya. Berikut adalah beberapa resiko dalam investasi properti.

1. Adanya Beban Perawatan

Sudah dijelaskan bahwa investasi properti ini mengharuskan anda melakukan pengelolaan. Tanah dan juga bangunan cenderung mengalami depresiasi atau penurunan kualitas. Agar hal tersebut terjadi, maka anda harus melakukan perawatan untuk menjaga aset. Segala perawatan tentunya membutuhkan biaya.

2. Bergantung Pada Modal

Berinvestasi pada properti (bagi anda yang ingin mendirikan bangunan) sangat bergantung pada modal yang dimiliki. Semakin besar modal yang anda tanamkan dalam investasi ini, maka semakin besar hasil pengembalian yang anda terima. Karena pada dasarnya sebuah bangunan yang berkualitas membutuhkan material yang bagus pula.

3. Bukan Sebuah Produk yang Liquid

Aset real estate bukan sebuah hal yang mudah untuk dicairkan menjadi uang. Hal tersebut terjadi karena aset real estate cenderung membutuhkan waktu untuk menemukan peminatnya. Tentunya hal ini sangat dipengaruhi oleh daya beli dan juga kondisi ekonomi masyarakat. Jadi saat anda ingin memenuhi kebutuhan yang mendesak, maka investasi properti bukan pilihan.

4. Keterbatasan Informasi Pasar

Harga dari sebuah aset properti di masing-masing daerah cenderung berbeda. Bahkan tidak adanya pihak yang mengontrol aset properti membuat informasi pasar sangat sedikit. Jadi mau tidak mau anda harus jeli menilai potensi yang ada pada suatu investasi properti.

5. Bencana Alam

Memiliki wujud fisik tidak melulu menjadi sebuah keuntungan bagi investasi properti. Ada kemungkinan kita tidak bisa mengantisipasi kehendak alam seperti bencana. Apabila memang bencana alam tersebut terjadi di sekitar aset anda, maka ada kemungkinan jika akan terjadi kerusakan.

Hal Yang Harus Diperhatikan

Sebelum memulai untuk berinvestasi pada aset real estate ini, setidaknya ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Hal tersebut akan membuat anda lebih optimal dalam melakukan sebuah investasi dalam aset real estate ini. Berikut adalah beberapa yang harus anda perhatikan sebelum berinvestasi pada aset real estate.

1. ROI

ROI (Return of Investment) adalah sebuah rasio yang biasanya digunakan untuk memperkirakan keuntungan dari investasi properti yang anda lakukan. Umumnya ROI dihitung tergantung pada kebijakan periode keuangan masing-masing (umumnya tahunan). Adanya ROI tersebut akan membantu anda dalam mengambil keputusan investasi. Adapun sebuah rumus yang bisa anda gunakan untuk menghitung Return of Investment ini.

Return of Investment

(Pendapatan Investasi – Biaya Investasi) / Biaya Investasi x 100% = Return of Investment

Agar memudahkan anda dalam menghitung hal tersebut, ada sebuah kasus yang bisa kita selesaikan bersama.

Anggi membeli sebuah tanah dan bangunan seharga Rp 200.000.000,00. Setelah 5 tahun, Anggi memutuskan untuk menjual bangunan tersebut dengan harga 350.000.000,00. Berapa ROI yang didapatkan Anggi setiap tahun?

(Rp 350.000.000,00 – Rp 200.000.000,00) / Rp 200.000.000,00 x 100%

Rp 150.000.000,00 / Rp 200.000.000,00 x 100%

0,75 x 100% = 75%

75% adalah keuntungan dalam kurun waktu 5 tahun. Untuk menentukan ROI tahunan maka

75% / 5 = 15%

Jadi ROI anggi setiap tahunnya adalah 15% dan hal tersebut menunjukan angka investasi yang bagus atau positif. Sedangkan investasi yang buruk biasanya nilai ROI yang dimiliki kurang dari 0%.

2. Jangan Gunakan Uang Operasional

Setiap orang tentunya memiliki kebutuhan harian yang harus dipenuhi. Tentunya anda membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Jadi sebisa mungkin pada saat berinvestasi terutama kedalam bentuk aset properti, maka gunakan uang lebih yang tidak terpakai untuk kegiatan operasional.

3. Lokasi Investasi Properti

Sebisa mungkin cobalah untuk mencari lokasi yang strategis dalam melakukan sebuah investasi properti. Tentu semakin bagus lokasinya, maka akan semakin besar pula nilai pengembalian investasi yang bisa anda dapatkan. Itulah mengapa anda harus survey lokasi terlebih dauhulu.

4. Akses Pada Investasi Properti

Selain lokasi, anda juga harus mempertimbangkan kelayakan akses. Jika anda tidak memperhatikan hal tersebut, maka besar kemungkinan akan ada kendala pada saat melakukan mobilitas.

5. Fasilitas, Sarana Umum, dan Lingkungan Properti

Sebuah aset properti dikatakan berkualitas manakala memiliki kelengkapan fasilitas dan juga nyaman untuk ditempati. Tentunya dengan pertimbangan tersebut, anda harus melengkapi fasilitas vital yang sekiranya dibutuhkan dan juga menjaga ketertiban lingkungannya.

6. Biaya Perawatan Investasi Properti

Saat anda melakukan jasa penyewaan, segala hal tentang perawatan masih mungkin menjadi tanggung jawab anda. Maka dari itu anda harus mengalokasikan dana yang dimiliki agar nantinya dapat mengatasi masalah pada properti yang membutuhkan perawatan.

Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti

Investasi memang memiliki banyak macam dan pilihannya. Namun ada beberapa alasan yang membuat anda harus berinvestasi dalam bentuk properti. Berikut adalah beberapa alasan tersebut.

1. Tidak Menghabiskan Banyak Waktu

Memang investasi pada aset properti membutuhkan sebuah pengelolaan. Namun anda tidak perlu setiap saat melihat kondisi atau keadaan dari aset properti yang anda jadikan sebagai investasi. Tentu anda dapat melakukan pengecekan secara berkala. Jadi anda dapat mengalokasikan waktu untuk melakukan kegiatan produktif lainnya.

2. Dapat Melindungi Anda dari Keadaan Krisis

Tentunya anda memahami betul bahwa setiap negara memiliki potensi untuk mengalami sebuah krisis ekonomi. Hal tersebut juga berarti bahwa anda harus bersiap dengan segala permasalahan terkait dengan keuangan. Namun aset properti khususnya real estate tidak akan berpengaruh pada hal tersebut.

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa nilai tanah cenderung naik setiap tahunnya. Tentu saja saat negara sedang mengalami sebuah krisis ekonomi, anda masih memiliki aset yang dapat dijadikan sebagai cadangan dana.

3. Modal yang Tidak Terlalu Besar

Sebuah investasi properti memang seringkali membutuhkan modal yang besar. Namun saat ini hal tersebut bukan menjadi sebuah masalah. Setidaknya terdapat sebuah sistem bernama KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Untuk mekanismenya, anda hanya perlu membayar sebesar 20% di awal. Kemudian untuk sisanya, anda dapat mencicil sesuai dengan kesepakatan pihak bank.

Pertanyaan Seputar Investasi Properti

Apa itu investasi properti?

investasi properti adalah kegiatan menanamkan modal dalam urusan kepemilikan, pembelian, penyewaan, dan pengelolaan aset properti untuk kemudian dijual kembali secara menguntungkan di kemudian hari.

Apa saja contoh investasi properti?

Ada beberapa contoh investasi properti, antara lain indekos, kontrakan, ruko, apartemen, homestay, dan coworking space.

Kesimpulan

Setelah belajar tentang apa itu investasi properti, tentunya anda menyadari bahwa kegiatan menanamkan modal yang satu ini terbuka untuk umum. Bahkan anda dapat memulainya dengan mudah saat memahami segala hal yang diperlukan. Jadi selalu perbanyak wawasan anda tentang aset properti dan mulailah berinvestasi.

Ari

Layanilah orang tuamu seperti raja, maka rezekimu juga akan menjadi seperti raja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.