Saham

Apa Itu Investasi Saham? Contoh, Keuntungan, Risiko & Strategi

Trikves.com – Jagat dunia maya tengah diramaikan dengan sebuah topik menarik yang membahas tentang apa itu investasi saham. Jika anda salah satu dari sekian banyak orang yang penasaran tentang topik tersebut, maka simaklah pembahasannya berikut ini.

Sebagian besar dari kita memang seringkali memiliki sebuah perencanaan jangka panjang terkait hal tertentu. Bahkan tidak jarang jika dana yang besar harus dipersiapkan agar semua perencanaan tadi dapat terwujud. Apabila kondisinya demikian, maka sudah saatnya anda mencoba berinvestasi dan mulai belajar tentang apa itu investasi saham.

Menanam saham kedalam sebuah perusahaan bukanlah hal yang asing bagi masyarakat. Dalam praktiknya, kegiatan tersebut mulai mengalami perkembangan selaras dengan kemajuan teknologi. Bahkan menariknya, saat belajar tentang apa itu saham, anda akan menyadari bahwa semua kegiatannya kini dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Agar anda lebih mantap dalam mencoba berinvestasi saham, maka langkah pertama yang harus anda lakukan adalah mempelajari segala hal yang berkaitan dengan apa itu investasi saham. Tidak perlu mencari ke banyak referensi karena kami sudah hadirkan pembahasannya khusus untuk anda.

Apa Itu Investasi Saham

Kita akan mulai dari hal yang paling mendasar terlebih dahulu, yaitu membedah tentang makna kata investasi dan juga saham. Investasi sendiri merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk menjaga dan bahkan mengembangkan nilai aset dalam jangka waktu panjang. Produknya pun bermacam-macam dan salah satunya adalah saham.

Saham merupakan sebuah bukti kepemilikan atas perusahaan tertentu. Kegiatan tersebut dapat berupa penanaman modal untuk menunjang perkembangan dari sebuah perusahaan. Tidak hanya tercantum sebagai salah satu pemilik, anda juga bisa mendapatkan keuntungan dari pembagian hasil.

Kini kita akan mulai menjabarkan pengertian dari investasi saham. Pada dasarnya investasi saham merupakan kegiatan menanamkan modal kedalam sebuah perusahaan yang namanya sudah terdaftar dan tercantum di Bursa Efek Indonesia.

Prinsip dasar dalam melakukan sebuah kegiatan investasi saham adalah buy and hold. Maksud dari prinsip tersebut adalah anda akan melakukan sebuah investasi dan mendiamkannya dalam jangka waktu lama dengan asumsi mendatangkan keuntungan di kemudian hari.

Hal ini berbeda dengan trading saham yang cenderung memiliki prinsip buy and sell. Saat melakukan trading, maka anda akan cenderung membeli saham dan menahannya dalam waktu singkat untuk kemudian dijual saat nilainya sudah sesuai dengan keinginan trader. Jadi dapat diasumsikan bahwa investasi saham dan trading saham berbeda.

Contoh Investasi Saham

Saham atau dalam istilah lainnya adalah stocks umumnya terdiri dari dua jenis, yaitu saham biasa (common stock) dan juga saham preferen (preferred stock). Bedanya hanya terdapat pada masalah prioritas pada saat mendapatkan berbagai hak pemegang saham. Saat anda menjadi seorang pemegang saham preferen, maka anda akan didahulukan dalam mendapatkan pembagian hasil.

Jika dilihat dari sektornya, maka ada beberapa contoh yang mungkin bisa anda pilih sesuai dengan bidang yang digeluti. Jadi anda bisa lebih mengikuti perkembangan saham dan lebih bijak dalam menanamkan saham. Berikut adalah beberapa contoh saham tersebut sesuai dengan sektor atau bidangnya.

1. Agriculture Stocks

Agriculture stocks merupakan saham yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang agrikultur. Perusahaan tersebut biasanya meliputi dalam produksi pangan dalam sektor pertanian. Ada beberapa perusahaan ternama dalam sektor ini yang bisa anda lihat dalam daftar Bursa Efek Indonesia.

2. Mining Stocks

Mining stocks adalah sebuah saham yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan, yang bergerak dalam bidang pertambangan (pengelolaan sumber daya). Adapun contoh dalam kegiatan perusahaan tersebut meliputi pengelolaan mineral dan juga batubara.

3. Basic Industry and Chemicals Stocks

Untuk saham yang satu ini, biasanya akan ditawarkan oleh beberapa perusahaan yang bergerak pada sektor industri dasar dan juga kimia. Industri dasar di sini merujuk pada sebuah kegiatan yang merubah sebuah material dasar untuk kemudian dijadikan sebuah bahan setengah jadi.

Industri kimia sendiri biasanya merupakan kegiatan yang berhubungan dengan mengolah suatu bahan kimia untuk kemudian ditindaklanjuti sebagai acuan dalam proses pembuatan produk farmasi. Biasanya berhubungan dengan kebutuhan medis.

4. Miscellaneous Industrial Stocks

Miscellaneous industry atau yang lebih dikenal dengan aneka industri merupakan usaha yang lebih menekankan pada kegiatan pembuatan mesin baik itu mesin-mesin berat atau pun ringan. Tidak hanya sekedar mesin saja, tetapi juga terkait dengan pembuatan komponen atau suku cadang penunjang mesin tersebut.

5. Consumer Goods Industrial Stocks

Jika sebelumnya ada basic industry (industri dasar) yang mengubah material menjadi barang setengah jadi, consumer goods industry (industri barang konsumsi) lebih menekankan pada mengolah barang setengah jadi kedalam barang jadi.

6. Property, Real Estate, and Building Construction Stocks

Dari namanya, biasanya saham ini akan ditawarkan oleh beberapa perusahaan yang berkecimpung dalam pembangunan, perbaikan, dan perawatan sebuah rumah atau gedung. Untuk real estate sendiri, biasanya perusahaan ini melakukan kegiatan yang berupa jual beli serta penyewaan sebuah gedung.

7. Infrastructure, Utility, and Transportation Stocks

Perusahaan yang menawarkan saham ini, biasanya bergerak pada bidang pembuatan infrastruktur baik berupa sarana transportasi dan juga telekomunikasi. Adapun sarana lain yang dapat menunjang kegiatan masyarakat baik dalam bentuk gedung maupun rumah.

8. Finance Stocks

Saham ini berasal dari beberapa perusahaan yang bergerak pada bidang keuangan. Contohnya dalam hal pembiayaan, perbankan, dan juga asuransi. Bahkan sebuah perusahaan investasi juga terkadang menawarkan sahamnya melalui Bursa Efek Indonesia.

9. Trade, Service, and Investment Stocks

Perusahaan terkait dengan saham ini bergerak dalam bidang perdagangan baik berupa barang atau pun jasa. Misalnya saja Mall atau mini market ternama dengan banyak cabang. Untuk bidang jasa sendiri biasanya terdapat hotel, sebuah perusahaan media, dan juga restoran.

Keuntungan Investasi Saham

Membahas serba serbi investasi saham memang tidak akan ada habisnya. Salah satu faktor yang membuat produk investasi ini meraih puncak popularitas adalah dari segi keuntungannya. Tidak dipungkiri memang sudah banyak nama-nama besar yang berhasil sukses melalui investasi saham. Berikut ini adalah beberapa keuntungan tersebut.

1. Dividen

Dalam melakukan kegiatan menanam saham, ada sebuah keuntungan yang biasa disebut dividen. Keuntungan ini berasal dari pembagian hasil yang dilakukan oleh perusahaan. Pembagian dividen ini akan dilakukan pada saat gelaran RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Dalam rapat tersebut juga akan disepakati pembagian porsi keuntungan untuk masing-masing pemegang saham.

Dari segi waktunya, biasanya pembagian dividen dilakukan dalam waktu yang relatif lama. Anda bisa mendapatkan keuntungan tersebut manakala perusahaan sudah menganggap anda memang pantas mendapatkan dividen. Jadi jika anda menjual saham tersebut dalam waktu singkat, maka ada kemungkinan dividen tidak bisa anda dapatkan.

Setidaknya terdapat dua jenis dividen yang bisa anda pilih, atau mengikuti prosedur dari perusahaan. Pertama adalah dividen tunai yang akan dibagikan kedalam bentuk uang tunai. Kemudian ada dividen saham yang akan dibagikan kembali dalam bentuk saham sehingga besar kemungkinan anda untuk menambah jumlah saham yang dimiliki pada perusahaan terkait.

2. Capital Gain

Apakah investasi saham bisa diperjual belikan? Tentu saja hal tersebut bisa dilakukan. Setidaknya ada sebuah tempat dimana anda bisa menjual sebuah saham yang bernama pasar sekunder. Sebelumnya akan kita bahas terlebih dahulu mengenai pasar perdana dan pasar sekunder.

Pasar perdana dalam investasi saham adalah sebuah tempat yang menawarkan saham dari perusahaan kepada investor (calon pemegang saham). Berbeda dengan pasar perdana, pasar sekunder adalah sebuah tempat jual beli saham yang bisa dilakukan antar investor. Kedua kegiatan tersebut sama-sama diawasi oleh Bursa Efek.

Sedikit tambahan dalam kegiatan jual beli saham di pasar tersebut. Setidaknya terdapat dua pelaku jual beli. Dimana penjual saham disebut dengan emiten dan pembelinya bisa disebut dengan investor.

Setelah mengerti akan pengertian kedua pasar tersebut, barulah anda akan memahami arti dari capital gain. Capital gain adalah selisih antara harga jual dan juga harga beli saham. Adapun contoh dari kasus ini adalah saat anda membeli saham seharga 4000, kemudian anda berhasil menjualnya dengan harga 4500. Selisih angka 500 tersebut yang akan disebut dengan capital gain.

Resiko Investasi Saham

Berinvestasi khususnya dalam produk saham memang terbilang memberikan keuntungan yang besar. Namun tetap ada beberapa resiko yang mungkin bisa anda jumpai pada saat menjalani prosesnya. Meski terdengar mengkhawatirkan, bukan tidak mungkin jika anda bisa meminimalisir hal tersebut. Berikut resiko yang mungkin anda jumpai saat berinvestasi saham.

1. Adanya Resiko Capital Loss

Pada dasarnya capital loss merupakan kebalikan dari capital gain. Capital loss sendiri merupakan sebuah selisih harga saham yang memberikan kerugian pada investor. Hal tersebut terjadi lantaran harga beli saham lebih rendah dari harga jualnya.

2. Perubahan Harga Saham

Harga saham memang selalu mengikuti kondisi dari permintaan serta penawaran yang terjadi di pasar modal. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi perubahan harga tersebut. Misalnya saja kondisi ekonomi suatu negara. Bisa juga perubahan harga ini terjadi karena gejolak poilitik.

3. Suspensi

Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh sebuah otoritas bursa efek adalah melakukan suspensi atau penghentian aktivitas jual beli saham pada investor. Biasanya kebijakan suspensi tersebut dikeluarkan karena faktor tertentu. Untuk lamanya suspensi tersebut biasanya tergantung pada kebijakan otoritas.

4. Delisting

Istilah lain dari delisting adalah penghapusan. Kegiatan delisiting tersebut biasanya dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia terhadap suatu Emiten (pihak yang menawarkan sahamnya) secara resmi. Imbas dari adanya kebijakan delisting tersebut adalah keharusan untuk menjual sahamnya. Jika saham dalam keadaan turun, maka bukan tidak mungkin jika anda mengalami kebangkrutan.

5. Likuidasi

Resiko yang terakhir ini akan terjadi mana kala perusahaan tempat anda menanamkan saham mengalami kebangkrutan. Pihak yang menjatuhkan vonis bangkrut terhadap suatu perusahaan adalah pengadilan. Lantas dimana letak kerugiaannya?

Biasanya saat divonis bangkrut, perusahaan akan terlebih dahulu melunasi kewajiban pada pihak tertentu. Barulah setelah semua kewajiban terpenuhi, maka sisa kekayaan yang ada pada perusahaan terkait barulah dibagikan pada investor. Jadi sebagai pemegang saham, anda hanya mendapatkan sisa kekayaan.

Strategi Investasi Saham

Setelah memahami segala hal tentang apa itu investasi saham, tentunya muncul sebuah pertanyaan tentang bagaimana seseorang bisa berhasil dalam investasi tersebut? Jawabannya adalah strategi yang digunakan. Ada beberapa strategi yang mungkin bisa anda terapkan saat akan berinvestasi saham.

  • Cobalah untuk membeli saham pada saat harganya mengalami penurunan dan berada pada kondisi yang aman untuk dibeli.
  • Cobalah untuk membeli saham ketika harganya berada pada level tertentu atau bahkan bisa saat berada di level tertingginya.
  • Cobalah untuk membeli saham yang memiliki harga bawah. Karena pada dasarnya, sebuah saham yang berada di harga bawah, cenderung akan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Modal Investasi Saham

Sebenarnya modal untuk memulai sebuah investasi saham sangatlah relatif. Namun hal tersebut nyatanya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Besaran jumlah modal dapat anda perkirakan manakala sudah mengetahui tentang harga saham dari suatu perusahaan, biaya transaksi yang ditetapkan oleh suatu sekuritas, dan jumlah dari saham yang akan anda beli.

Nominal yang relatif dari pembelian saham memang memudahkan banyak orang dari berbagai kalangan untuk mulai berinvestasi. Biasanya cukup dengan modal sebesar Rp 100.000,00, maka anda sudah bisa menanamkan saham di perusahaan melalui Bursa Efek Indonesia. Jadi tidak menutup kemungkinan bahwa saham bisa menjadi pilihan sebagai investasi pelajar.

Untuk lebih memudahkan anda, setidaknya ada sebuah rumus yang bisa membuat anda lebih mudah untuk memperkirakan modal yang harus disiapkan. Pertama ada rumus untuk menghitung besaran nilai transaksi saham.

Jumlah Lot x 100 Lembar Saham x Harga Saham per Lembar = Nilai Transaksi Saham

Setelah mengetahui besaran dari nilai transaksi yang anda lakukan, maka langkah selanjutnya adalah menghitung besaran biaya transaksi yang ditentukan oleh pihak sekuritas. Biasanya pihak sekuritas akan membebankan anda sebanyak 0,15% sampai 0,35% dari nilai transaksi saham.

Persentase Biaya (0,15% Sampai 0,30%) x Nilai Transaksi Saham = Biaya Transaksi Sekuritas

Untuk mengetahui berapa modal yang harus anda siapkan, maka anda hanya perlu menjumlahkan nilai transaksi saham dan biaya transaksi sekuritas.

Nilai Transaksi Saham + Biaya Transaksi Sekuritas = Modal

Sebagai contoh, Nadia akan membeli sebuah saham sebanyak 3 lot dengan harga Rp 2.000,00 per lembar saham. Pihak sekuritas membebankan biaya sebesar 0,2% dari nilai transaksinya. Kita akan mencoba menghitung besaran modal yang harus disiapkan Nadia.

Nilai Transaksi Saham

3 Lot x 100 Lembar Saham x Rp 2.000,00 = Rp 600.000,00

Biaya Transaksi Sekuritas

0,2% x Rp 600.000,00 = Rp 1.200,00

Modal Nadia

Rp 600.000,00 + Rp 1.200,00 = Rp 601.200,00

Cara Membeli Saham

Apakah anda sudah tertarik untuk mulai berinvestasi saham? Tentunya hal tersebut akan sangat mudah untuk dilakukan manakala anda mengetahui bagaimana cara berinvestasi saham. Berikut adalah beberapa langkahnya.

  • Menyiapkan beberapa dokumen pengenal yang dibutuhkan.
  • Datangi kantor perusahaan yang menjadi sekuritas.
  • Mengisi formulir yang disediakan oleh perusahaan sekuritas pada saat mendaftar.
  • Menyetorkan dana awal sesuai dengan kebijakan perusahaan sekuritas.
  • Setelah persyaratan di atas sudah dipenuhi, maka anda akan diberikan akses untuk dapat melakukan transaksi jual beli di perusahaan sekuritas tersebut.

FAQ

Bagaimana cara investasi saham bagi pemula?

Menyiapkan dokumen dan persyaratan, datangi kantor perusahaan sekuritas, mengisi formulir data diri, dan menyetorkan dana awal.

Dimana lihat harga saham?

Mengunjungi website Bursa Efek Indonesia

Kesimpulan

Belajar segala hal tentang apa itu investasi saham memang membutuhkan kesabaran. Namun guru terbaik tetaplah sebuah pengalaman. Segala pembahasan di atas hanya akan menjadi sebuah ilmu kosong manakala anda belum mulai mempraktikkannya. Jadi perbanyak referensi anda tentang saham dan mulailah berinvestasi.

Ari

Layanilah orang tuamu seperti raja, maka rezekimu juga akan menjadi seperti raja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.