Properti

Apa Itu Tanah Kavling? Ukuran, Jenis, Keuntungan & Kerugian

Trikves.com – Mungkin sebagian besar dari Anda sering bertanya-tanya mengenai apa itu yang dimaksud dengan tanah kavling. Dari sekian banyaknya jenis properti, membeli tanah kavling menjadi kegiatan investasi jangka pendek ataupun panjang yang paling digemari oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya kavling sendiri merupakan salah satu jenis investasi properti banyak di cari orang-orang, entah itu dari kalangan menengah sampai ke atas. Dimana properti tersebut dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, mulai dari tempat tinggal, bangunan komersial hingga perkebunan.

Namun sayangnya, masih ada sebagian orang di luar sana mengeluhkan bahwa mereka tidak terlalu benar bagaimana penggolongan kavling, khususnya di Indonesia. Secara garis besarnya, kavling merupakan bagian tanah yang sudah di petak-petakkan dengan ukuran tertentu kemudian nantinya akan dijadikan sebagai bangunan atau tempat tinggal.

Nah, untuk membantunya pada kesempatan kali ini Trikves.com akan membantu menjelaskan secara lengkap mengenai apa itu tanah kavling. Selain itu, di bawah ini juga akan dibahas secara rinci tentang ukuran, jenis hingga keuntungan dan kerugian melakukan investasi properti pada tanah kavling.

Apa Itu Tanah Kavling ?

Pengertian Tanah Kavling

Sebelum membahas apa saja jenis-jenis tanah kavling, ada baiknya pahami terlebih dahulu sekilas pengertiannya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanah kavling atau kaveling dapat diartikan sebagai sebuah bagian tanah yang sudah di petak-petakkan dengan ukuran tertentu dan nantinya akan dijadikan bangunan atau tempat tinggal.

Dimana istilah kaveling dalam bahasa Inggris disebut lot yang mengacu pada sebidang tanah di kota ataupun perumahan. Pada umumnya, istilah lot berukuran untuk satu rumah. Biasanya kavling ditemukan pada suatu perumahan dengan beragam ukuran agar bisa ditata atau dibagi-bagi sesuai letaknya.

Melalui penataan tersebut, tanah nantinya bisa dibagi sesuai dengan luas bangunan. Selain itu, lokasi garis lot sendiri akan ditentukan oleh surveyor tanah dengan menggunakan peralatan survei serta catatan tanah yang ada untuk menentukan garis lot. Oleh karena itu, tak jarang para pengembang akan menjual kembali tanah kavling kepada investor properti.

Ukuran Tanah Kavling

Setelah mengetahui apa itu tanah kavling dari segi pengertian, selanjutnya Anda juga harus mengerti berapa ukuran standarnya. Perlu diketahui, terkadang pengembang atau developer membagi sebidang tanah luas menjadi banyak sebagai subdivisi.

Dimana jalan-jalan ditandai serta area diantara mereka dibagi menjadi beberapa kavling dan ditawarkan untuk dijual. Sementara untuk ukuran kavling terdiri dari berbagai macam ukuran berbeda yang telah di petakkan sesuai jenis bangunannya.

Tanah kavling sendiri mempunyai ukuran dan luas tanah berbeda-beda. Sebagai contoh pada tanah seluas 1 hektar dapat dibagi menjadi 10 sampai 20 kavling dengan berbagai macam ukuran. Ukuran tersebut diantaranya yaitu seperti 45 meter persegi, 60 meter persegi, 100 meter persegi, 200 meter persegi dan lain sebagainya.

Jenis Tanah Kavling

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, untuk saat ini tanah kavling bisa dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu Cul de Sac Lot, Interior Lot serta T-Intersection Lot. Pastinya masing-masing jenis dan bentuk kavling tersebut mempunyai sejumlah keunggulan dan kelemahan tersendiri.

Maka dari itu, Anda harus benar-benar memilih kavling sesuai dengan keinginan serta tujuan pembeliannya. Supaya tidak salah pilih, di bawah ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai jenis-jenis kavling mulai dari pengertian hingga karakteristiknya.

1. Tanah Cul de Sac Lot

Tanah Cul de Sac Lot

Jenis kavling pertama yaitu bernama Cul de Sac Lot. Nama kavling jenis ini berasal dari bahasa Prancis yang bisa diartikan sebagai tanah kosong di jalan buntu. Jenis tanah tersebut biasanya mempunyai bagian depan cenderung sempit, tetapi sisi belakang lebar.

Namun, kondisi sempit dan terletak di ujung jalan buntu ini justru bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi pemiliknya, seperti dari segi keamanannya. Dimana bangunan tersebut nantinya relatif menghadirkan suasana tenang dan jauh dari kebisingan.

Meskipun begitu, bentuk tanah ini tentunya juga memiliki beberapa kelemahan, salah satunya yaitu keterbatasan lahan dalam memarkir kendaraan. Pasalnya, lahan di bagian depan rumah yang terbatas seringkali membuat penghuni rumah merasa kesulitan saat menempatkan satu atau bahkan dua mobil.

2. Tanah Interior Lot

Tanah Interior Lot

Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia sudah mengenal kavling jenis Interior Lot sebutan cluster atau klaster. Posisi tanah tersebut berada di tengah deretan kaveling pada posisi satu blok. Dimana Interior Lot umumnya hanya mempunyai satu akses pintu gerbang masuk sehingga bisa dijaga dengan baik dan tidak bising.

Dari segi privasi yang didapatkan dengan tinggal di tipe tanah kaveling ini juga cukup baik serta perawatan bangunan juga tidak begitu banyak. Namun, terdapat beberapa hal penting harus diperhatikan diantaranya yaitu seperti masalah pemandangan dari bangunan yang biasanya hanya satu arah saja dan juga sirkulasi udaranya kurang bagus.

3. Tanah T-Intersection Lot

T Intersection Lot

Jenis tanah kavling terakhir yaitu T-Intersection Lot atau lebih familiar dengan nama tusuk sate bagi masyarakat Indonesia. Sebagian besar orang berpendapat bahwa kavling T-Intersection Lot lebih ideal apabila dijadikan sebagai tempat usaha ketimbang rumah tinggal, karena lebih mudah terlihat dari kejauhan.

Apabila hendak dialokasikan untuk hunian, diperkirakan akan mengganggu ketenangan penghuninya karena lampu kendaraan yang melintas pada saat malam hari. Namun, perlu diketahui bahwa jika dibangun sebuah hunian, tentu tampilan eskteriornya akan mudah dipandang dari berbagai macam arah.

Keuntungan dan Kerugian Tanah Kavling

Selain harus mengetahui apa itu tanah kavling, berapa ukuran standarnya hingga apa saja jenis-jenisnya, tentunya Anda juga harus mengetahui bahwa investasi properti di bidang ini akan memberikan sejumlah keuntungan dan kerugian perlu diperhatikan. Agar lebih jelasnya, langsung saja perhatikan baik-baik beberapa keuntungan dan kerugian membeli dan menjual tanah kaveling.

1. Keuntungan

  • Lebih murah apabila dibandingkan dengan investasi rumah.
  • Capital gain kavling cukup besar.
  • Permintaan masyarakat sangat tinggi.
  • Minim biaya perawatan.
  • Tidak membutuhkan perawatan secara rutin.
  • Cocok dijadikan sebagai aset atau investasi jangka panjang.
  • Dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan.
  • Minim kompetisi.
  • Tanah bisa dijual secara utuh ataupun kaveling.

2. Kerugian

  • Membutuhkan waktu lama untuk menjualnya.
  • Harganya akan turun apabila dijual cepat.
  • Lokasi tanah terkadang kurang strategis.
  • Rawan disalahgunakan oleh orang lain.
  • Tidak bisa dijadikan sebagai sumber pemasukan tetap.
  • Pilihan kredit tanah di Indonesia masih sedikit.

Tips Membeli Tanah Kavling

Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai apa itu tanah kavling mulai dari pengertian, ukuran, jenis hingga kelebihan dan kekurangannya. Nah, di bawah ini juga akan dijelaskan mengenai beberapa tips dalam membeli tanah kaveling yang harus dilakukan agar tidak tertipu oleh para penjualnya.

  • Selalu cek sertifikat tanah.
  • Cari tahu asal usul tanah.
  • Perhatikan akses jalan dan kondisi tanah.
  • Selalu memperhatikan perkembangan di lingkungan sekitar.
  • Antisipasi bahaya sekitar.
  • Sesuaikan dengan budget.

Kesimpulan

Demikian sekiranya penjelasan dari Trikves.com seputar apa itu tanah kavling mulai dari pengertian, ukuran standar, jenis, kelebihan dan kekurangan hingga tips membelinya. Semoga informasi di atas dapat dijadikan sebagai referensi ketika hendak berinvestasi jangka panjang pada bidang properti.

Anang

Saya adalah seorang penulis yang gemar membaca berita dan mencari informasi terupdate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.