Editor Choice

Apa Itu Investasi? Pengertian, Contoh dan Tujuan

Trikves.com – Masa depan akan lebih terencana saat anda mengetahui apa itu investasi. Belum lagi kondisi pandemi yang terjadi saat ini tentunya akan membuat anda lebih mempertimbangkan kembali kemungkinan apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Kegiatan mengumpulkan uang untuk digunakan sebagai dana cadangan memang sudah sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun mengandalkan tabungan saja sebagai sebuah simpanan cenderung memiliki resiko, terutama inflasi. Maka dari itu mengenal apa itu investasi sangatlah penting.

Dewasa ini sudah ada beberapa hal yang dapat anda jadikan sebagai sebuah investasi. Bahkan instansi besar seperti bank, perusahaan, dan lembaga pemerintahan turut membantu masyarakat dalam memfasilitasi kegiatan menanamkan modal. Itulah mengapa penting bagi anda untuk memahami apa itu investasi.

Perlu diketahui bahwa siapapun termasuk anda bisa melakukan kegiatan menanamkan modal. Jangan sampai ketidaktahuan menghalangi anda dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Jadi simaklah pembahasan kami tentang apa itu investasi.

Apa Itu Investasi

Investasi adalah sebuah kegiatan berupa menanamkan modal atau dana kedalam bentuk tertentu dengan tujuan mendapatkan keuntungan pengembalian atau return di kemudian hari. Karena dijadikan sebagai sebuah simpanan yang bisa menguntungkan di kemudian hari, maka kegiatan menanam modal bersifat pasif.

Adapun pengertian dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bahwa investasi adalah sebuah kegiatan penanaman modal dalam jangka waktu panjang untuk penyediaan aktiva tetap / aset tetap, pembelian saham, serta surat-surat berharga untuk mendapatkan keuntungan.

Pelaku dari kegiatan penanaman modal ini tidak hanya mengacu pada perseorangan. Bahkan sebuah badan usaha juga bisa melakukan kegiatan menanam modal untuk mengembangkan usahanya. Jadi saat menjadi seorang calon investor (pelaku kegiatan investasi), ada baiknya anda menetapkan apa yang menjadi tujuan utama dalam kegiatan menanamkan modal tersebut.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa kegiatan menanamkan modal bersifat pasif. Artinya anda tidak aktif dan agresif melakukan kegiatan pemasaran. Sebagai contoh, anda melakukan sebuah investasi dalam produk tertentu dengan modal awal senilai Rp 10.000.000,00. Dalam kurun waktu 3 tahun, anda mendapatkan pengembalian sebesar Rp 20.000.000,00 atas kegiatan menanam modal yang dilakukan.

Jenis-Jenis Investasi

Investasi memang cenderung memberikan anda banyak keuntungan di kemudian hari. Namun jangka waktu tentunya menjadi sebuah pertimbangan penting dalam melakukan sebuah kegiatan menanam modal. Berdasarkan hal tersebut, setidaknya terdapat dua jenis kegiatan penanaman modal tersebut yang didasarkan pada jangka waktunya, antara lain:

1. Investasi Jangka Pendek

Kegiatan menanamkan modal jenis ini cenderung memiliki waktu yang relatif singkat. Biasanya hanya berkisar 3 sampai 12 bulan. Kendati waktunya singkat, kegiatan menanamkan modal jenis ini bertujuan untuk mengembangkan modal sembari melihat potensi dari produk lain.

Adapun ciri-ciri khusus dari beberapa produk yang tergolong dapat digunakan sebagai sebuah investasi jangka pendek. Umumnya produk penanaman modal jangka pendek harus bersifat likuid atau mudah dicairkan kedalam bentuk uang. Jadi saat tiba waktunya untuk diuangkan, maka sebuah instrumen penanaman modal dapat dijual dengan mudah.

Sebagai catatan, produk-produk kegiatan tanam modal pada jenis ini memiliki keuntungan yang lebih rendah dibandingkan dengan beberapa produk investasi dalam jangka waktu panjang. Namun tetap anda bisa kembali menggunakan pengembalian atau return untuk diinvestasikan kembali.

2. Investasi Jangka Panjang

Kegiatan menanamkan modal jenis ini memiliki waktu yang lama dan butuh bertahun-tahun agar modal yang anda tanamkan bisa mendapatkan return yang besar. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kegiatan penanaman modal dalam jangka waktu pendek. Kendati untung besar, sebuah produk dalam penanaman modal jangka panjang juga memiliki potensi kerugian yang besar juga.

Berdasarkan pemaparan di atas sudah bisa dipastikan bahwasanya sebuah investasi jangka panjang membutuhkan analisis yang mendalam. Jadi penting bagi anda untuk menambah wawasan seputar cara berinvestasi dari berbagai referensi. Dengan demikian, anda dapat mengoptimalkan kegiatan tanam modal dalam jangka panjang.

Contoh Investasi

Saat ini sudah banyak produk investasi yang bisa anda ikuti. Anda hanya perlu mengunjungi beberapa instansi atau lembaga yang menawarkan produk tersebut. Agar anda mengetahui produk penanaman modal apa yang cocok untuk dilakukan, maka ada beberapa contohnya, antara lain:

1. Investasi Emas

Investasi-Emas

Berinvestasi emas merupakan sebuah kegiatan menanamkan modal kedalam sebuah aset yang berbahan material emas. Logam mulia yang satu ini cenderung memiliki kenaikan harga setiap tahunnya. Hal tersebut terjadi lantaran beberapa negara memiliki cadangan emas yang terbatas.

Adapun beberapa jenis dari emas yang bisa anda investasikan, antara lain emas batangan, emas perhiasan, koin emas, dan tabungan emas. Masing-masing dari produk investasi emas tersebut tentunya memiliki potensi yang menguntungkan.

2. Investasi Saham

Investasi-Saham

Berinvestasi saham merupakan sebuah kegiatan menanamkan modal pada sebuah perusahaan yang terdaftar resmi di bursa efek. Saat anda menjadi investor dalam produk ini, maka anda bisa dikatakan sebagai salah satu pemilik perusahaan.

Kendati mengelola jenis produk yang sama, berinvestasi saham dan trading saham adalah dua kegiatan yang berbeda. berinvestasi saham cenderung memiliki waktu yang lama untuk disimpan dan menghasilkan keuntungan, sedangkan trading saham memiliki waktu yang singkat untuk mendapatkan pengembalian. Jadi perlu anda ingat apa itu investasi saham.

3. Cryptocurrency

Cryptocurrency

Cryptocurrency atau kripto adalah sebuah mata uang digital dengan tingkat keamanan yang rumit karena menggunakan teknologi kriptografi. Karena merupakan sebuah mata uang digital, kripto tidak memiliki sebuah wujud fisik layaknya mata uang konvensional. Hal tersebut membuat investasi cryptocurrency cukup populer akhir-akhir ini.

Wujud digital dari mata uang kripto tersebut membuatnya jadi bersifat desentralisasi. Artinya tidak ada pihak keuangan yang menjadi penengah dalam setiap kegiatan transaksinya. Berbeda dengan mata uang konvensional yang memanfaatkan bank sebagai pihak perantara.

4. Deposito

Deposito

Deposito merupakan sebuah kegiatan menanamkan modal kedalam bentuk simpanan berjangka yang pengembaliannya dapat dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Untuk mekanismenya sendiri, anda akan menyetorkan dana awal dengan minimum tertentu sesuai dengan kesepakatan dengan pihak bank dan mendiamkannya dalam kurun waktu tertentu.

Keuntungan dalam sebuah deposito berbentuk suku bunga. Suku bunga merupakan sebuah imbalan yang diberikan kepada investor karena telah melakukan penyimpanan pada pihak perusahaan. Pemberian suku bunga juga didasari pada program yang anda ikuti. Biasanya bunga diberikan secara berkala.

5. Investasi Properti

Investasi-Properti

Berinvestasi properti merupakan sebuah kegiatan menanamkan modal kedalam bentuk aset properti (kepemilikan) untuk disewakan dan dikelola untuk dijual kembali secara menguntungkan di kemudian hari. Aset properti yang diolah umumnya adalah real estate atau istilah hukum untuk tanah dan juga segala hal yang berdiri serta tumbuh di atasnya.

Agar lebih mudah dalam memperkirakan keuntungan investasi properti miliki, maka ada sebuah metode yang diperuntukan menghitung ROI (Return of Investment). ROI merupakan sebuah rasio atau perhitungan yang digunakan untuk menilai keberhasilan sebuah investasi.

6. Reksadana

Reksadana

Reksadana umumnya adalah sebuah produk investasi yang kegiatannya berupa menitipkan modal pada perusahaan sekuritas untuk kemudian diolah lebih lanjut oleh MI (Manajer Investasi). Keunggulan pada produk yang satu ini cenderung pada pengelolaannya yang terbilang aman. Pasalnya uang yang telah dititipkan akan diolah oleh seorang yang ahli dalam investasi, yaitu MI.

Tujuan Investasi

Setiap tindakan harus dipikirkan secara matang. Setidaknya hal tersebut sama dengan apa yang harus dilakukan sebelum berinvestasi. Setidaknya anda harus mengerti apa tujuan umum dari kegiatan menanamkan modal. Agar anda lebih bisa memahaminya, maka akan kami jelaskan.

1. Mendapatkan Keuntungan dan Pengembalian

Salah satu tujuan utama dalam kegiatan menanamkan modal adalah memperoleh pengembalian yang menguntungkan di kemudian hari. Setidaknya ada beberapa jenis keuntungan yang bisa anda peroleh mulai dari yang terakumulasi, hingga keuntungan bulanan yang diberikan secara berkala, seperti suku bunga atau imbal hasil.

2. Mengembangkan Sebuah Usaha

Investasi memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan pada level tertingginya. Hal tersebut tentu mampu untuk digunakan ke arah yang lebih positif, seperti mengembangkan usaha. Anda dapat mengalokasikan keuntungan dan imbal hasil yang diperoleh guna membiayai kegiatan operasional.

3. Melindungi Uang dari Inflasi

Hampir di semua negara memiliki potensi untuk mengalami inflasi setiap tahunnya. Namun kasus besarnya tidak ada yang dapat memprediksi. Saat hal tersebut terjadi, maka praktis harga dari semua kebutuhan meningkat. Akibatnya nilai mata uang mengalami penurunan.

Kegiatan menanamkan modal mampu digunakan sebagai sarana perlindungan terhadap inflasi. Misalnya anda berinvestasi dalam bentuk emas. Saat terjadi inflasi, nilai mata uang turun sedangkan nilai emas naik. Tentunya hal tersebut akan membantu anda menghadapi masa sulit saat dicairkan.

Cara Memilih Investasi Yang Tepat

Setelah anda menyimak semua penjabaran di atas, maka sudah saatnya untuk memulai kegiatan penanaman modal. Namun bagaimana menentukan produk tanam modal yang sesuai? Ada beberapa cara yang bisa anda gunakan dalam memilih investasi secara tepat, antara lain:

1. Menentukan Tujuan

Sebelum memulai kegiatan tersebut, setidaknya anda tentukan terlebih dahulu tujuannya. Jika anda sudah mengetahui hal tersebut, maka akan terlihat produk penanaman modal apa yang mendukung tujuan anda. Jadi kegiatan anda dalam menanamkan modal mampu bermanfaat dan tepat guna.

2. Menyesuaikan dengan Modal

Dalam berinvestasi, hendaknya anda menyesuaikan dengan dana yang anda miliki. Setidaknya sudah ada alokasi atau pembagian dana sesuai fungsinya. Utamakan dana untuk kebutuhan operasional harian anda terpenuhi. Barulah uang yang tersisa anda gunakan untuk menanamkan modal sesuai besarannya.

3. Menimbang Tingkat Risiko

Untuk mengetahui hal tersebut, anda perlu untuk mengetahui tentang segala produk investasi yang ada saat ini. Setelah melihat risikonya, kemudian anda pertimbangkan dengan matang kemungkinan untuk dapat mengatasi risiko tersebut. Dengan demikian, anda akan mendapati produk penanaman modal dengan keuntungan besar dan resiko minim.

4. Memilih Platform dalam Berinvestasi

Seiring dengan berkembangnya teknologi, kegiatan investasi dapat dilakukan secara online. Tentunya banyak platform yang bisa anda kunjungi sebagai wadah dalam melakukan sebuah kegiatan penanaman modal. Namun masih saja ada beberapa oknum yang berusaha melakukan dan juga penipuan.

Untuk menghindari segala penipuan dan juga kecurangan dalam kegiatan penanaman modal ini, maka ada baiknya anda memilih sebuah platform yang resmi, terdaftar, dan diawasi langsung oleh pihak OJK. Jadi anda akan lebih merasa nyaman saat melakukan kegiatan menanamkan modal.

Risiko Investasi

Setidaknya dalam melakukan sebuah kegiatan investasi, anda harus siap menerima risikonya. Sebenarnya anda dapat meminimalisir adanya risiko tersebut dengan memilih produk penanaman modal yang tepat. Agar anda bisa mengetahui risiko apa saja yang mungkin terjadi dalam sebuah kegiatan menanamkan modal ini, maka simaklah penjelasannya berikut ini.

1. Risiko Suku Bunga

Risiko ini cenderung terjadi manakala terjadi perubahan nilai pada tingkat suku bunga di pasaran. Misalnya saja anda sedang berinvestasi pada suatu produk tertentu dengan suku bunga mencapai 8%. Namun tiba-tiba terdapat sebuah instrumen investasi lain dengan tingkat suku bunga 12%. Tentunya investor akan memilih kemungkinan bunga terbesar dan hal tersebut dapat menyebabkan perubahan suku bunga di pasaran.

2. Risiko Pasar

Risiko ini akan terjadi saat kondisi pasar terdampak sebuah isu politik, krisis ekonomi, dan gejolak politik. Tentunya hal tersebut tidak akan bisa untuk diprediksi dan kemungkinan besar semua jenis produk penanaman modal bisa terdampak. Yang paling nyata terasa dampaknya adalah saham dan obligasi.

3. Risiko Likuiditas

Risiko berikutnya terkait dengan likuiditas atau pencairan aset tanam modal kedalam bentuk uang. Biasanya risiko ini muncul pada saat anda menanamkan modal kedalam sebuah aset properti. Memang keuntungan dari produk penanaman modal jenis tersebut terbilang tinggi. Namun tetap membutuhkan waktu yang tidak lama untuk bisa dijual kembali dan menemukan peminatnya.

4. Risiko Valas

Risiko ini berhubungan dengan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Kerugian akan anda alami pada saat nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing melemah. Misalnya saja saat anda baru akan memulai kegiatan menanamkan modal yang mengharuskan anda menggunakan mata uang asing. Saat Rupiah sedang melemah, maka anda harus menyiapkan dana awal lebih besar apabila dibandingkan dengan saat kurs Rupiah menguat.

Perbedaan Investasi dengan Spekulasi

investasi memang cenderung memiliki beberapa keuntungan yang menggiurkan. Namun karena hasrat tertentu yang tidak bisa dibendung, maka sebuah kegiatan penanaman modal hanya akan berakhir sebagai sebuah spekulasi. Lantas apakah perbedaan di antara keduanya? Untuk memudahkan anda dalam memahami hal tersebut, maka akan kami jelaskan.

Spekulasi adalah sebuah tindakan membeli dan menjual aset penanaman modal untuk dikelola dalam waktu singkat dengan harapan memperoleh keuntungan secara cepat. Pelaku dalam kegiatan spekulasi biasa disebut dengan spekulan. Berdasarkan pengertian di atas, maka sudah jelas apabila spekulasi berbeda dengan investasi yang penuh dengan kesabaran dan perhitungan.

Adapun beberapa perbedaan lainnya yang bisa anda ketahui, antara lain:

  • Investasi umumnya dilakukan dengan penuh perhitungan baik dengan kondisi pasar, nilai investasi, dan analisis risiko. Sedangkan spekulasi cenderung lebih menanamkan modal semata-mata untuk meraih keuntungan dengan cepat.
  • Investasi cenderung menanamkan modal pada produk yang membuatnya nyaman. Sedangkan spekulasi cenderung menanamkan modal pada produk yang diasumsikan memiliki potensi kenaikan nilai secara cepat.
  • Investasi berorientasi jangka panjang, sedangkan spekulasi berorientasi jangka pendek.

Pertanyaan Seputar Apa Itu Investasi

Apa Itu Investasi?

Investasi adalah sebuah kegiatan berupa menanamkan modal atau dana kedalam bentuk tertentu dengan tujuan mendapatkan keuntungan pengembalian atau return di kemudian hari.

Apakah tujuan dari Investasi?

Tujuan investasi adalah mendapatkan keuntungan dan pengembalian, mengembangkan usaha, dan melindungi uang dari inflasi.

Apa saja contoh Investasi?

Beberapa contoh investasi, antara lain investasi emas, investasi saham, investasi cryptocurrency, deposito, investasi properti, dan reksadana.

Kesimpulan

Ternyata pembahasan tentang apa itu investasi sangat diperlukan untuk saat ini. Banyak pertimbangan dan salah satunya adalah kondisi yang tidak menentu di masa mendatang. Jadi menyiapkan perencanaan keuangan secara matang adalah solusinya. Jangan tunda investasi anda.

Ari

Layanilah orang tuamu seperti raja, maka rezekimu juga akan menjadi seperti raja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.