Deposito

Apa Itu Deposito: Pengertian, Keuntungan, Bunga & Jenis

Trikves.com – Menyimpan uang dalam jangka waktu yang panjang akan lebih efektif dan efisien dilakukan saat anda memahami apa itu deposito atau investasi berjangka. Pasalnya jika anda hanya sekedar menabung, maka ada beberapa resiko yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Tentunya anda tidak ingin hal tersebut terjadi.

Sudah menjadi sebuah rahasia umum jika setiap tahunnya, Indonesia memiliki potensi untuk mengalami inflasi. Hal tersebut akan berpengaruh pada kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus. Jika anda tidak atau belum memahami tentang apa itu deposito, maka besar kemungkinan anda juga belum menyadari bahwa uang dalam tabungan biasa, nilainya tidak selalu sama.

Ada beberapa ilustrasi tentang bagaimana naik turunnya nilai sebuah mata uang. Dahulu dengan membawa Rp 500,00, maka anda sudah bisa mendapatkan lima permen. Saat ini jika anda membawa Rp 500,00, maka anda hanya akan mendapatkan satu permen. Hal tersebut menjelaskan bahwasanya nilai mata uang saat ini bisa jadi berbeda di masa mendatang.

Agar anda siap menghadapi berbagai lonjakan harga di masa mendatang, maka dibutuhkan perencanaan dan juga pengelolaan keuangan secara matang. Salah satu langkah terbaik dalam pengelolaan tersebut adalah simpanan berjangka. Untuk membuat anda lebih memahami segala hal tentang apa itu deposito, maka akan kami jelaskan secara detail.

Apa Itu Deposito

Pada dasarnya deposito merupakan salah satu produk investasi yang berupa simpanan dengan jangka waktu tertentu. Pihak yang mengeluarkan produk investasi ini biasanya adalah Bank Umum. Cara kerjanya sama dengan menabung, hanya saja ada beberapa syarat, kondisi dan jangka waktu pengambilan sesuai dengan kebijakan pihak pengelola instrumen investasi ini.

Deposito sering dipilih oleh banyak investor karena terbilang memiliki resiko yang rendah. Bahkan bisa dibilang jika produk investasi satu ini masuk dalam kategori aman bagi anda yang merupakan seorang pemula. Belum lagi keuntungannya yang lebih tinggi dari pada tabungan biasa.

Ciri Deposito

Seperti kebanyakan instrumen investasi yang ada saat ini, deposito juga memiliki ciri-ciri spesifik yang membedakannya dari produk investasi lainnya. Hal ini tentunya akan membuat anda mengenal investasi berjangka ini secara lebih detail sebelum menentukannya sebagai sarana investasi. Berikut adalah beberapa ciri dari deposito.

1. Adanya Minimal Setoran Pokok

Saat membuat sebuah deposito, biasanya akan ada jumlah uang minimal yang harus disetorkan. Kebanyakan Bank Umum biasanya mematok jumlah minimal setoran sebesar Rp 5.000.000,00 dalam pembuatan investasi berjangka satu ini. Namun jumlah tersebut bisa saja berbeda tergantung pada kebijakan masing-masing Bank Umum.

2. Adanya LPS (Lembaga Penjamin Simpanan)

Pada instrumen investasi deposito, ada sebuah lembaga bernama LPS yang akan menjamin uang simpanan anda. Namun LPS juga memberikan kebijakan terkait penjaminan. Lembaga tersebut hanya akan menjamin uang simpanan yang nilainya kurang dari 2 miliar dan tingkat bunga maksimal sebesar 7,5%. Jika melebihi nominal tersebut, maka uang yang disimpan tidak akan dijamin oleh LPS.

3. Memiliki Jangka Waktu

Produk investasi deposito memiliki jangka waktu tertentu sebelum anda dapat mengambilnya kembali. Namun sebelum menentukan jangka waktunya, biasanya pihak bank akan melakukan kesepakatan terlebih dahulu dengan nasabah. Jangka waktu dari deposito terdiri dari 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan. Apabila diambil sebelum jatuh temponya, maka akan ada sanksi atau denda.

4. Adanya Bunga Deposito

Deposito umumnya memiliki tingkat suku bunga yang tinggi. Hal tersebut membuat pengembaliannya lebih menguntungkan dari tabungan biasa. Namun tingkat suku bunga yang ada pada produk investasi ini terbilang tetap hingga jatuh tempo. Jadi dari segi keuntungan, investasi berjangka relatif lebih kecil dibandingkan investasi saham dan investasi reksadana.

5. Bisa Digunakan Sebagai Jaminan Bank

Ada sebuah hal yang menarik pada produk investasi yang satu ini. Deposito bisa juga dijadikan sebagai jaminan saat anda ingin melakukan pinjaman pada bank umum. Tentunya hal ini lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan aset rumah maupun tanah saat dijadikan sebagai jaminan. Namun perlu dicatat bahwa hanya bank tertentu saja yang menggunakannya sebagai jaminan.

6. Terdapat Pajak

Produk investasi ini juga tidak terlepas dari adanya pajak. Berdasarkan peraturan undang-undang, setidaknya pajak yang dibebankan adalah sebesar 20% dari total pendapatan deposito tersebut. Jadi pajak ini memang sudah diterapkan oleh bank umum dalam pelaksanaannya.

Jenis Deposito

Sebagai sebuah produk, ada beberapa jenis dari investasi berjangka yang bisa anda pilih. Masing-masing dari deposito tersebut juga bisa menyesuaikan tujuan anda dalam berinvestasi. Setidaknya terdapat tiga produk investasi yang dapat anda pilih di Bank Umum saat ini, antara lain:

1. Deposito Berjangka

Jenis deposito ini menjadi salah satu produk yang dikenal secara luas. Pasalnya banyak elemen masyarakat menginvestasikan uang mereka pada investasi jenis ini. Sesuai dengan namanya, ada jangka waktu yang sudah ditentukan sesuai dengan kesepakatan dengan pihak bank terkait dengan penarikan simpanan.

Dalam jenis ini, ada nominal bunga yang setiap bulannya di transfer langsung ke rekening anda. Namun alangkah baiknya bunga tersebut dikumpulkan dan digunakan untuk keperluan yang mendesak saja. Jadi uang yang anda depositkan dapat berkembang.

2. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito merupakan sebuah instrumen investasi yang tidak mengacu pada nama perseorangan bahkan perusahaan. Tidak adanya keterikatan tersebut membuat jenis simpanan berjangka ini dapat berpindah kepemilikan. Bahkan tidak jarang ada beberapa investor yang memperjualbelikannya.

3. Deposito On Call

Deposito jenis ini merupakan jenis investasi berjangka yang waktunya relatif singkat dari jenis lainnya. Umumnya waktu penyimpanan dari produk jenis ini adalah 7 hari dan paling lama hanya satu bulan. Namun investasi berjangka dengan jenis ini hanya bisa dipilih saat anda akan menyimpan dan dalam jumlah yang besar.

Keuntungan Deposito

Salah satu hal yang paling disorot seorang calon investor terkait produk investasi yang akan dipilih tentunya adalah keuntungannya. Tentu timbul pertanyaan, apakah instrumen investasi yang satu ini menguntungkan? Jawabannya tentu saja iya. Ada beberapa keuntungan yang bisa anda dapatkan saat berinvestasi kedalam bentuk investasi berjangka.

  • Mendapatkan total bunga dari setoran pokok yang anda ajukan
  • Uang yang anda setorkan pada Bank Umum cenderung lebih aman
  • Kemudahan dalam proses pembuatannya
  • Kemudahan dalam mengakses bunga yang diberikan

Kekurangan Deposito

Meski terbilang menguntungkan, semua investasi bukanlah produk yang sempurna, termasuk deposito. Ada beberapa kekurangan yang harus anda maklumi kendati terdapat beberapa keuntungan yang menyertainya. Agar anda bisa melakukan persiapan saat berinvestasi pada produk ini, maka penting untuk mengetahui kekurangannya.

  • Masih memiliki potensi untuk terkena inflasi
  • Jika dibandingkan dengan produk investasi lain, besaran nominal keuntungannya relatif kecil
  • Adanya pajak
  • Pemberian sanksi saat dilakukan penarikan sebelum jatuh tempo

Bunga Deposito

Sebagai salah satu orang yang sering melakukan penyimpanan di bank, tentunya anda sudah tidak asing dengan yang namanya suku bunga. Pada dasarnya suku bunga pada deposito merupakan sebuah imbalan atas ketersediaan investor dalam melakukan penyimpanan berjangka di bank umum. Tingkat suku bunga pada produk investasi ini juga terbilang besar.

Beberapa bank umum yang menerbitkan produk investasi berjangka biasanya memiliki tingkat suku bunga sebesar 3% hingga 6%. Saat anda sudah mengetahui tingkat suku bunga dari produk simpanan berjangka yang ditawarkan oleh suatu bank, maka anda dapat menghitung besaran bunga yang bisa didapatkan.

Ada 2 metode yang bisa anda lakukan dalam menghitung bunga yang akan diperoleh dalam setiap produk deposito, yaitu menghitung berdasarkan total pendapatan dan menghitung berdasarkan keuntungannya. Masing-masing metode juga memiliki rumus yang bisa anda gunakan sebagai acuan. Berikut adalah penjelasannya.

1. Menghitung Bunga Berdasarkan Total Pendapatannya

Metode ini umumnya digunakan bagi anda yang ingin mengetahui seluruh total pendapatan yang didalamnya sudah ditambahkan dengan total bunga. Artinya kita akan mengakumulasi seluruh bunga dari awal deposito hingga jatuh tempo sebelum akhirnya ditambahkan dengan setoran pokok. Adapun rumus yang bisa anda gunakan untuk menghitung hal tersebut.

Total Pengembalian

Setoran Pokok + (Keuntungan Bunga Deposito – Jumlah Pajak dari Deposito) = Total Pendapatan

Keuntungan Bunga Deposito

(Setoran Pokok x Tingkat Suku Bunga x Jangka Waktu dalam Satuan Hari) / 365 hari = Keuntungan Bunga Deposito

Jumlah Pajak dari Deposito

Tarif Pajak x Keuntungan Bunga Deposito = Jumlah Pajak dari Deposito

2. Menghitung Bunga Berdasarkan Keuntungannya

Metode ini digunakan pada saat anda ingin mengetahui besaran bunga yang anda dapatkan setiap bulan. Adapun rumus yang digunakan untuk mengetahui hal tersebut.

Keuntungan Bunga per Bulan

Setoran Pokok Deposito x Tingkat Suku Bunga x 30 Hari x 80%) / 365 Hari = Keuntungan Bunga per Bulan

Sebagai catatan, angka 80% merupakan persentase dari total pendapatan setelah dipotong pajak yang besarannya bisa mencapai 20%.

Istilah dalam Deposito

Dalam produk investasi berjangka setidaknya akan ada beberapa istilah yang terdengar asing di telinga. Namun hal ini perlu anda ketahui agar nantinya anda tidak merasa bingung dan khawatir saat membuatnya. Berikut ini adalah beberapa istilah yang ada pada investasi berjangka atau deposito.

  • Tier adalah jumlah uang awal atau setoran pokok yang anda investasikan ke tabungan berjangka
  • Tenor adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan penyimpanan
  • Suku Bunga adalah nominal imbalan atas penyimpanan yang anda lakukan
  • Tingkat Suku Bunga adalah persentase yang digunakan dalam menentukan nominal suku bunga
  • Roll Over adalah kebijakan untuk mengulang atau melanjutkan kembali program deposito saat sudah jangka waktunya sudah terpenuhi
  • Bilyet Deposito adalah bukti kepemilikan atas deposito
  • Deposan adalah nasabah yang mengikuti program deposito

Sertifikat Deposito

Tentunya anda sudah mengerti apabila sertifikat deposito termasuk kedalam jenis investasi berjangka yang memiliki ciri khusus, yaitu tidak adanya acuan terhadap nama perusahaan dan juga perseorangan. Mengapa bisa demikian? Hal tersebut bisa terjadi karena pada dasarnya Sertifikat Deposito adalah surat utang.

Cara kerja surat utang di sini adalah pihak penerbit (dalam hal ini Bank Umum) akan melakukan peminjaman kepada deposan dan memberikannya keuntungan berupa bunga, serta melunasi uang pokok yang dipinjam pada kurun waktu tertentu. Kurang lebih sifatnya mirip dengan obligasi sehingga dapat diperjualbelikan.

Ada beberapa perbedaan yang mendasar antara Sertifikat Deposito ini dengan investasi berjangka biasa. Dilihat dari kurun waktunya, maka Sertifikat Deposito cenderung lebih lama, yaitu 3 tahun. Bahkan dalam tabungan berjangka dalam bentuk sertifikat tersebut tidak dapat diperpanjang secara otomatis. Berbeda dengan investasi berjangka biasa yang kurun waktunya 1, 3, 6, 12, 24 bulan dan bisa diperpanjang secara otomatis.

Sertifikat deposito juga memiliki beberapa keuntungan yang bisa anda peroleh saat menggunakannya. Berikut adalah beberapa keuntungan tersebut.

  • Adanya perhitungan bunga di awal yang memungkinkan anda menggunakan bunga tersebut dalam investasi lain
  • Sertifikat tabungan berjangka ini dapat diperjualbelikan melalui pasar uang
  • Adanya pengawasan dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dengan syarat yang sudah ditetapkan

Jika ada keuntungan, tentunya ada kerugian yang mengikutinya. Hal tersebut bisa anda jadikan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih produk jenis ini. Berikut adalah beberapa kerugian dari sertifikat investasi berjangka.

  • Meski dapat diperjualbelikan, sulit untuk dapat menjual sertifikat tersebut dengan harga yang sesuai jika tingkat likuiditas di pasar uang rendah.
  • Adanya pajak yang harus dibayarkan di awal dalam pada produk sertifikat tabungan berjangka tertentu

Hal Yang Harus Diperhatikan

Tentunya kini anda sudah memahami segala hal tentang apa itu deposito. Namun sebelum mulai berinvestasi pada produk ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar pengembalian yang anda terima lebih optimal dan juga tepat guna. Berikut adalah beberapa hal yang harus anda perhatikan.

1. Tetapkan Tujuan Dalam Membuat Investasi Berjangka

Sebelum menginvestasikan uang tersebut, setidaknya anda mengetahui tujuan dalam membuat investasi berjangka. Hal tersebut terjadi lantaran ada jangka waktu penarikan pada produk investasi ini. Tentunya anda tidak ingin jika suatu saat anda kekurangan dana untuk mewujudkan sebuah perencanaan.

2. Memilih Jangka Waktu Sesuai dengan Kebutuhan

Jika sudah mengetahui tujuan investasinya, maka tentukan jangka waktunya secara cermat. Pastikan waktu menabung dengan pelaksanaan perencanaan anda sesuai. Dengan demikian, uang yang anda simpan dapat digunakan secara efektif dan efisien.

3. Pahami Tentang Sanksi dan Denda yang Diberlakukan

Dalam membuat produk investasi ini, anda harus meninjau ulang kebijakan apa saja yang harus dipatuhi selama proses berjalan. Selalu ingat bahwa sanksi akan diberlakukan saat anda menarik simpanan sebelum jatuh temponya.

4. Selalu Simpan Bilyet Investasi Berjangka

Dalam melakukan investasi pada simpanan berjangka, maka akan ada selembar kertas bernama Bilyet, yang merupakan tanda atau bukti kepemilikan. Simpan baik-baik bilyet tersebut untuk menghindari kegagalan pada saat proses penarikan simpanan.

5. Manfaatkan Bunga Deposit Sebagai Sarana Investasi Lain

Agar bunga yang dikirimkan ke rekening anda tidak berkurang atau bahkan mengalami penurunan nilai, maka cobalah untuk mengumpulkan dan menjadikannya modal investasi kedalam bentuk lain. Jadi anda dapat terus mengembangkan dana yang dimiliki untuk persiapan masa depan.

FAQ

Apa itu deposito bank?

Deposito Bank adalah sebuah investasi dengan jangka waktu tertentu

Apa keuntungan deposito uang di bank?

Keuntungan paling menarik dari Deposito terletak pada tingkat suku bunganya yang tinggi

Kesimpulan

Ternyata berinvestasi bisa menjadi sebuah kegiatan yang menarik saat anda memahami segala hal tentang apa itu deposito. Kunci dalam investasi ini adalah mengelola total suku bunga yang sudah anda peroleh. Dengan adanya pengelolaan tersebut, maka simpanan berjangka yang anda miliki bisa mendatangkan manfaat dan keuntungan yang lebih. Jadi, tunggu apalagi. Mulailah investasi anda sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.