Obligasi

Perbedaan Obligasi dan Saham yang Wajib Diketahui !!

Perbedaan Obligasi dan Saham – Kalian mungkin pernah mendengar istilah seperti Saham maupun Obligasi. Ya, keduanya merupakan instrumen investasi yang mungkin banyak dipilih oleh kalangan pengusaha. Namun, tidak sedikit orang yang mengira bahwa Saham dan Obligasi ini sama, padahal keduanya sudah jelas berbeda.

Obligasi dan Saham ini memiliki beberapa perbedaan yang wajib kalian ketahui, khususnya bagi para pemula yang ingin terjun ke dunia investasi surat berharga. Informasi lengkap mengenai Saham dan juga Obligasi sebenarnya sudah kami bahas di pertemuan sebelumnya. Disana kalian bisa mendapatkan informasi lengkap terkait apa saja yang ada di dalam kedua instrumen investasi ini.

Pada pertemuan kali ini kami akan memberikan penjelasan lengkap terkait perbedaan antara Obligasi dan juga Saham. Perbedaan keduanya ini bisa dikatakan cukup dekat. Maka tak heran jika ada beberapa orang yang menganggap bahwa Saham dan Obligasi ini sama. Untuk perbedaan paling mencolok kami rasa pada sistem cara kerjanya.

Selain itu, batas masa berlaku surat tersebut, kemudian tingkat keuntungan yang didapat, pajak yang dikenakan dan masih ada beberapa lagi lainnya. Baiklah daripada penasaran mengenai perbedaan keduanya, lebih baik langsung saja kita simak informasi terlengkap mengenai perbedaan Obligasi dan Saham berikut ini.

Perbedaan Obligasi dan Saham

Sekilas Mengenai Obligasi dan Saham

Pada pembahasan awal, disini kita akan membahas sekilas mengenai apa yang dimaksud dengan Saham dan juga Obligasi. Untuk keduanya sebenarnya sudah kami bahas di pertemuan sebelumnya. Namun untuk melengkapi pembahasan kali ini terkait perbedaan Obligasi dan Saham, kami akan memberikan informasinya sekali lagi. Adapun terkait pengertian daripada Saham maupun Obligasi bisa kalian simak di bawah ini.

1. Obligasi

Obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang bisa diperjualbelikan di pasar sekunder atau lainnya. Obligasi sendiri berisi janji dari pihak yang menerbitkan Efek untuk membayar imbalan berupa bunga (kupon) pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.

Obligasi juga merupakan salah satu instrumen investasi Efek berpendapatan tetap yang bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dengan risiko yang relatif lebih stabil juga jika dibandingkan dengan saham.

2. Saham

Saham atau dikenal juga dengan stock adalah salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular di kalangan masyarakat. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Disisi lain, saham juga merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang cukup menjanjikan.

Saham sendiri dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Perbedaan Obligasi dan Saham

Setelah mengetahui informasi diatas terkait pengertian dari Obligasi maupun Saham. Berikutnya kita akan masuk ke pembahasan inti di pertemuan kali ini, yakni mengenai perbedaan antara Obligasi dan Saham. Ada beberapa perbedaan yang patut kalian simak dan perhatikan disini, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Batas Masa Berlaku

Perbedaan pertama terdapat pada batas masa berlakunya. Diantara keduanya sudah pasti memiliki perbedaan dalam poin ini. Pemilik saham, masih memiliki hak atas keuntungan dan suara selama perusahaan itu masih berdiri dan pemilik saham masih memiliki surat bukti kepemilikan sahamnya. Sedangkan untuk perbedaan Saham dan Obligasi dari poin ini adalah masa berlaku yang jelas yang tertera pada surat. Bisa dikatakan bahwa saham mungkin menjadi pilihan yang tepat ketika kalian mulai ingin berinvestasi jangka panjang.

Akan tetapi, risiko berinvestasi saham juga bisa dikatakan cukup tinggi atau high risk high return Investment, dimana saham bisa mendatangkan keuntungan banyak namun juga berisiko tinggi. Sedangkan disisi lain Obligasi memiliki keuntungan karena jangka waktu yang sudah ditentukan. Kalian bisa berpindah ke investasi lainnya jika masa berlaku sudah habis. Jadi ketika perusahaan mengalami kerugian tetapi jangka waktu telah berakhir, maka kalian tidak ikut terlibat.

2. Tingkat Keuntungan

Kemudian untuk tingkat keuntungan, baik diantara keduanya memanglah bersifat fluktuatif, jadi tidak bisa diperkirakan dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung keputusan perusahaan. Lain dengan Obligasi, keuntungan Obligasi biasanya didapatkan setiap bulan dengan jumlah stabil sampai masa berlaku surat perjanjian berakhir. Jika kalian tidak ingin mengambil risiko ketika berinvestasi, Obligasi menjadi pilihan yang tepat.

3. Pajak Dikenakan

Kemudian untuk perbedaan ketiga adalah pajak yang dikenakan. Seperti sudah dijelaskan diatas bahwa hasil diterima dari saham adalah dividen atau total keuntungan yang didapat setelah dipotong pajak. Sebaliknya, bunga Obligasi lebih dulu dikeluarkan sebagai biaya, jadi dianggap tidak terkena pajak.

4. Risiko

Dan yang terakhir adalah risiko. Setiap jenis investasi baik Saham maupun Obligasi tentu memiliki risiko masing-masing. Nah, poin ini sudah harus kalian pahami dan wajib diketahui sebelum terjun ke dunia investasi. Adapun risiko yang bisa terjadi baik di Saham maupun Obligasi antara lain:

Risiko Obligasi

  • Risiko Gagal Bayar : Perputaran uang yang kurang stabil atau buruk bisa menyebabkan sebuah perusahaan gagal bayar surat obligasi yang sudah jatuh tempo. Risiko ini sangat besar terjadi pada perusahaan swasta. Karena membeli surat obligasi negara dijamin oleh negara bahwa akan selalu dikembalikan menggunakan dana APBN.
  • Risiko Capital Loss : Capital loss merupakan momen dimana investor merugi karena harga obligasi di banderol lebih rendah dibandingkan harga ketika membeli. Perubahan suku bunga, persoalan politik ekonomi, permasalahan global dan kerusuhan dalam negeri menyebabkan peristiwa Capital Loss.
  • Risiko Likuiditas : Surat obligasi dinilai cukup sulit dijual kembali dalam waktu singkat. Investasi obligasi dinilai tidak cukup likuid. Apabila terpaksa menjual kembali surat obligasi sebelum jatuh tempo, maka investor akan mengalami kerugian yang besar.

Risiko Saham

  • Tidak Mendapatkan Deviden : Deviden adalah bagi hasil perusahaan kepada investor. Akan tetapi jika perusahaan mengalami kerugian, maka investor tidak akan mendapatkan dividen.
  • Suspend : Perusahaan diberhentikan baik sementara maupun permanen oleh BEI dan OJK karena dinilai telah bermain curang seperti menaikkan harga saham dengan cara yang fiktif. Hal ini dinilai tidak sportif dan menyalahi peraturan dalam pasar modal.
  • Delisting : Hampir serupa dengan suspend, akan tetapi risiko perusahaan yang delisting yaitu tidak lagi diperbolehkan bermain dalam pasar modal. Dimana BEI tidak mau menjual saham perusahaan tersebut, karena selalu merugi dan memiliki banyak skandal negatif seputar perusahaan.
  • Perusahaan Bangkrut : Apabila perusahaan tempat kalian berinvestasi mendadak bangkrut, hal ini tentu akan berimbas pada gagal bayar. Jika terjadi gagal bayar maka bisa dipastikan dana investasi kalian akan ikut melayang.
  • Fluktuasi Pasar : Harga saham sangat bergantung pada sentimen pasar. Sehingga harga terus berubah mengikuti situasi yang terjadi. Fakta ini bisa menjadi risiko, namun dapat pula disebut sebagai peluang.

Kesimpulan

Menarik kesimpulan dari pembahasan diatas mengenai perbedaan Obligasi dan Saham. Diatas sudah kami jelaskan secara lengkap per poin perbedaan diantara kedua instrumen investasi tersebut. Disana kalian bisa memahami lebih dalam dan bisa juga memutuskan untuk memilih berinvestasi di Saham atau di Obligasi. Setiap investasi tentunya memiliki risiko yang harus kalian hadapi nantinya. Maka, kalian harus jeli ketika akan terjun ke dunia investasi.

Itulah beberapa informasi lengkap yang bisa kalian simak diatas mengenai perbedaan Obligasi dan Saham. Baiklah, mungkin hanya ini saja yang dapat trikves.com sampaikan, semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.